RADARTUBAN- Tak hanya masyarakat yang menyoroti kasus demo akhir-akhir ini, aktris Aurelie Moeremans juga sangat shock dengan pemberitaan di media.
Aurelie juga mengungkap bahwa dirinya bersyukur karena menolak tawaran untuk menjadi seorang politikus.
"Ngelihat berita yang sekarang tuh bikin aku bersyukur selalu aku tolak-tolakin setiap aku ditawarin masuk partai atau politik apapun, karena aku ditawarin beberapa kali dan pertama kali aku ditawarin itu aku inget tahun 2016," kata Aurelie.
Melalui akun instagram pribadinya Aurelie mengaku sempat diiming-imingi seorang aktris senior untuk bergabung kedalam sebuah partai dengan bayaran ratusan juta rupiah.
Orang tersebut menjelaskan kepada Aurelie bahwa tugasnya hanya mendengarkan arahan dari 'bapak', dan turut meramaikan saja pada setiap acara.
Hingga memberikan aturan jika Aurelie diharuskan untuk berbicara dengan warga.
Orang tersebut juga mencoba meyakinkan Aurelie, dengan kemampuan penguasaan lima bahasa yang dimiliki oleh Aurelie.
Mendengar pernyataan tersebut, Aurelie secara tegas menolak mentah-mentah ajakan tersebut.
Ia tak ingin dijadikan 'boneka' yang tugasnya hanya mengikuti arahan dan menghalalkan script yang telah dibuat.
"Aku bilang aku ngerti sih (soal keuntungan menguasai bahasa asing). Tapi aku kan dari dulu syuting terus ya, dan aku nggak sempat kuliah. Malu kalau misalnya orang tahu," jawab Aurelie.
Menyinggung soal pendidikan, orang yang mengajak Aurelie untuk masuk dunia politik tersebut juga berkata bahwa Aurelie bisa langsung menjalankan kuliah S2. Tidak perlu berkuliah S1 dengan mengikuti arahan darinya.
Atas kejadian tersebut Aurelie hanya bisa berharap kepada public figure atau siapapun yang telah mendapatkan tawaran sepertinya, untuk dapat melihat lagi apakah dirinya dapat berkompeten untuk menjadi seorang politikus.
"Kalau misalnya memang mau diterima, jangan diterima cuma karena uangnya cocok, karena gede banget. Tapi harusnya, karena kamu memang bisa kasih sesuatu untuk bisa bikin Indonesia lebih baik lagi, gitu. Karena ya kalau nggak, lihat aja, sekarang Indonesia kayak gimana," tutup Aurelie diakhiri tulisan 'GELAP'. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni