Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Golkar “Copot” Adies Kadir dari DPR, Imbas Pernyataan Kontroversial soal Tunjangan

Tulus Widodo • Senin, 1 September 2025 | 03:51 WIB
Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir saat memberi keterangan pers di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (20/8).
Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir saat memberi keterangan pers di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (20/8).

RADARTUBAN – Panggung politik Senayan kembali berguncang. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar resmi menonaktifkan Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir dari jabatannya sebagai anggota DPR RI.

Langkah tegas itu diambil usai pernyataan kontroversial Adies tentang tunjangan DPR yang sempat menuai kecaman publik.

Keputusan tersebut diteken langsung oleh Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia dan Sekretaris Jenderal Muhammad Sarmuji pada Minggu (31/8).

Penonaktifan Adies berlaku efektif mulai Senin, 1 September 2025.

“Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar secara resmi menonaktifkan saudara Adies Kadir sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, terhitung sejak 1 September 2025,” tegas Sarmuji dalam keterangan video yang dikonfirmasi di Jakarta.

Menurut Sarmuji, keputusan mencopot Adies tidak diambil secara gegabah. Golkar menimbang dengan serius gelombang reaksi masyarakat yang menilai pernyataan Adies tidak sensitif terhadap kondisi rakyat.

“Golkar ingin menunjukkan komitmen memperkuat disiplin dan etika, khususnya bagi kader yang duduk di parlemen. Partai tidak boleh abai terhadap dinamika dan aspirasi masyarakat,” ujar mantan ketua DPD Partai Golkar Jatim itu.

Langkah ini disebut sebagai upaya menjaga marwah partai sekaligus meredam sentimen negatif yang bisa menggerus kepercayaan publik.

Sebelumnya, Adies Kadir menuai sorotan tajam usai melontarkan pernyataan terkait tunjangan DPR. Ucapannya dianggap tidak sejalan dengan situasi ekonomi yang sedang sulit, bahkan memicu kemarahan sebagian kalangan.

Masyarakat menilai, sebagai wakil rakyat, Adies seharusnya lebih peka terhadap kondisi yang dialami rakyat banyak.

Penonaktifan Adies dipandang sebagai sinyal tegas dari Golkar untuk menertibkan kadernya. Meski demikian, publik masih menunggu langkah lanjutan: apakah Adies akan mendapat sanksi permanen atau diberi kesempatan memperbaiki sikap.

Dengan langkah ini, Golkar seolah ingin menegaskan bahwa partai berlambang pohon beringin tidak akan ragu mencopot kadernya sendiri bila dianggap menciderai kepercayaan rakyat. (*)

Editor : Amin Fauzie
#dpp #adies kadir #Partai Golkar #Penonaktifan #Anggota DPR RI