RADARTUBAN — Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menggelar aksi di pelataran Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (1/9).
Dalam aksi itu, perwakilan AMPB mengalungkan obat tolak angin kepada juru bicara KPK, Budi Prasetyo, sebagai simbol agar lembaga tetap konsisten mengusut kasus dugaan korupsi yang menyeret Bupati Pati, Sudewo.
“Ini sebagai pengingat, supaya KPK bersikap independen dan menuntaskan penyidikan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan rel kereta api di Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, yang diduga melibatkan Sudewo ketika masih menjabat anggota DPR RI.
Menanggapi hal itu, Budi Prasetyo memastikan proses hukum masih berjalan.
“Kami pastikan penyidikan perkara tersebut tidak berhenti. Prosesnya tetap berjalan profesional dan sesuai asas hukum,” tegasnya di hadapan massa aksi.
Budi juga membuka ruang partisipasi publik dalam pengusustan perkara ini. Masyarakt dipersilakan memberikan infromasi tambahan yang bisa memperkuat bukti.
“Jika ada informasi yang dapat memperkaya penyidikan, kami sangat terbuka menerimanya,” ujarnya.
Ia menambahkan, KPK mengutamakan prinsip kehati-hatian dalam mengumpulkan bukti maupun mendalami perkara.
“Dalam proses penyidikan perkara tersebut butuh kecermatan dalam melakukan pendalaman maupun pengumpulan barang bukti, sehingga kami ingin memastikan bahwa seluruh proses penegakan hukum dalam perkara itu dilakukan secara profesional dan taat terhadap asas-asas hukum,” tegasnya.
KPK pun menyampaikan apresiasi atas kedatangan warga Pati ke Gedung Merah Putih. budi berpesan agar penyampaian aspirasi tetap dilakukan secara tertib.
“Sekali lagi kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat Pati, baik yang berkesempatan datang langsung di Gedung KPK Merah Putih maupun masyarakat Pati lainnya yang dalam kesempatan kali ini belum bisa bergabung bersama rekan-rekan di pelataran Gedung Merah Putih ini," (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni