Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Jasa Marga Rogoh Rp 80 Miliar, 7 Gerbang Tol Rusak Imbas Demo Pulih Pekan Depan

Dyah Ayu Oktiara Putri • Kamis, 4 September 2025 | 00:05 WIB
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Achmad Purwanto Menjelaskan Pemulihan 7 Tol yang Rusak Imbas dari Demo.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Achmad Purwanto Menjelaskan Pemulihan 7 Tol yang Rusak Imbas dari Demo.

RADARTUBAN - Aksi demonstrasi yang terjadi pekan lalu menimbulkan kerusakan serius pada sejumlah gerbang tol dalam kota.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat biaya perbaikan untuk tujuh gerbang tol yang terkena dampak dari aksi demonstrasi mencapai sekitar Rp 80 miliar.

"Ada tujuh (gerbang tol yang diperbaiki). Totalnya kemarin kami perhitungkan sekitar Rp 80 miliar (anggaran perbaikan)," ujar Rivan, Direktur Utama Jasa Marga.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Achmad Purwanto, menjelaskan bahwa proses perbaikan sudah dimulai sejak hari Minggu lalu, 31 Agustus 2025 setelah situasi mereda dan area dapat diakses. Tahap awal difokuskan pada pembersihan lokasi yang terdampak.

Gerbang tol yang terdampak antara lain GT Senayan (arah Grogol), GT Semanggi 1, GT Semanggi 2 (arah Cawang), GT Pejompongan, GT Slipi 1, GT Slipi 2, dan GT Kuningan 1.

Perusahaan juga menargetkan seluruh gerbang tol kembali beroperasi normal pada 10 September 2025.

“Ada 22 gerbang tol otomatis (GTO), sebanyak 17 unit ditargetkan berfungsi pada 7 September, dan seluruhnya akan normal kembali pada 10 September,” terang Rivan saat meninjau GT Pejompongan, Jakarta Pusat, Selasa (2/9).

Menurut Rivan, perbaikan infrastruktur yang mengalami kerusakan parah diperkirakan memakan waktu hingga enam minggu untuk selesai total.

Sementara itu, guna memastikan pelayanan tetap berjalan, Jasa Marga mengoperasikan mobile reader (MR) agar pengguna jalan tetap bisa bertransaksi.

"Pertama kita fokus pembersihan fisik, yang betul-betul berdampak pada keselamatan. Kedua dilanjutkan dengan melakukan pelayanan secara manual dengan MR. Jadi tidak menutup masyarakat bisa melakukan transaksi di seluruh gerbang tol. Ketiga akan menggunakan dengan GTO, tahapannya seperti itu, lalu kita nanti mulai membenahi fisiknya," pungkasnya. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#gerbang tol #infrastuktur #rivan achmad purwantono #jasa marga #kerusakan #aksi demonstrasi