RADARTUBAN - Bagi sebagian besar orang, transportasi umum dianggap sebagai sarana untuk bepergian yang lebih murah dibandingkan menggunakan kendaraan pribadi.
Orang yang selalu naik bus atau kereta ternyata dapat menghemat uang ratusan ribu hingga jutaan rupiah setiap bulan dibandingkan menggunakan mobil sendiri.
Hal tersebut disebabkan karena biaya bahan bakar, tempat parkir, dan perawatan mobil jika dihitung bersama-sama, biasanya jauh lebih mahal dibandingkan bayar tiket transportasi umum.
Dalam banyak situasi, biaya transportasi menjadi urutan kedua terbesar setelah kebutuhan makan dalam pengeluaran keluarga.
Menurut situs resmi American Public Transportation Association (APTA), orang yang menggunakan transportasi umum bisa menghemat lebih dari US$13.000 setiap tahun, atau sekitar US$1.100 setiap bulan, dibandingkan menggunakan kendaraan pribadi.
Kemudahan tersebut tentu memungkinkan keluarga memiliki lebih banyak uang yang bisa dialihkan ke kebutuhan lain yang lebih penting, seperti biaya pendidikan atau tabungan, sehingga membantu memperkuat kondisi keuangan keluarga.
Transportasi umum juga memainkan peran penting dalam memperluas akses ekonomi secara merata.
Karena harga tiket yang terjangkau, orang dari berbagai kalangan, termasuk kelompok menengah ke bawah, bisa sampai ke tempat-tempat penting seperti sekolah, kantor kerja, dan pusat kesehatan.
Dengan demikian, transportasi umum menjadi cara yang membantu semua orang mendapatkan kesempatan yang lebih adil.
Dari sudut pandang lingkungan, transportasi umum memiliki pengaruh yang besar.
Jika masyarakat terlalu mengandalkan kendaraan pribadi, maka akan menimbulkan polusi udara yang berdampak negatif terhadap kesehatan masyarakat, terutama menyebabkan penyakit pernapasan.
Hal ini akhirnya akan meningkatkan biaya kesehatan yang harus ditanggung oleh pemerintah.
Sebaliknya, meningkatnya jumlah pengguna transportasi publik berarti berkurangnya emisi karbon yang dihasilkan.
Yang mana hal tersebut akan berdampak pada menurunnya biaya kesehatan terkait polusi serta mengurangi beban ekonomi jangka panjang, baik bagi masyarakat maupun negara, transportasi umum bukan sekadar sarana penghematan finansial, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup.
Menurut laporan dari United Nations Environment Programme (UNEP), kota-kota yang memiliki sistem transportasi umum yang terintegrasi dengan baik biasanya mendapatkan udara yang lebih bersih dan kesehatan masyarakat yang lebih baik.
Mereka menjelaskan bahwa sektor transportasi adalah penyebab utama pelepasan gas rumah kaca, sehingga mengalokasikan investasi untuk transportasi umum yang ramah lingkungan adalah langkah penting untuk mengurangi dampak perubahan iklim yang terjadi.
Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa sistem transportasi umum yang berkelanjutan bisa dianggap sebagai investasi jangka panjang, baik bagi lingkungan maupun kesehatan masyarakat.
Dari sudut pandang ekonomi makro, pembangunan transportasi umum merupakan investasi yang cukup besar bagi negara.
Meskipun biaya pembangunan infrastruktur dan jaringan bisa mencapai triliunan rupiah, manfaat yang dirasakan untuk jangka panjang berupa peningkatan nilai properti di sekitar jalur transportasi.
Bukti hal ini bisa dilihat dari beberapa kota yang mampu menggabungkan sistem transportasi umum dengan kawasan pusat ekonomi.
Adanya titik transit juga menjadi mendorong pertumbuhan sektor bisnis seperti retail, kuliner, serta pariwisata di sekitarnya..
Fenomena ini juga mengubah cara masyarakat membelanjakan uang. Misalnya, penumpang kereta biasanya belanja di sekitar stasiun, sedangkan pengguna bus kota cenderung mendukung usaha makanan kecil di sepanjang jalur yang dilewati.
Aktivitas sederhana seperti ini membentuk rantai ekonomi kecil yang akhirnya membentuk ekosistem yang lebih berkelanjutan.
Akhirnya, transportasi umum perlu dipahami secara lebih luas, tidak hanya sebagai sarana untuk berpindah dengan biaya yang lebih murah.
Bagi individu, penggunaan transportasi umum bisa mengurangi pengeluaran rumah tangga, sehingga uang tersebut bisa digunakan untuk kebutuhan lain yang lebih penting.
Bagi masyarakat secara keseluruhan, transportasi umum membantu meratakan perekonomian dan mendorong pembangunan yang berkelanjutan, sekaligus membantu menjaga lingkungan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni