Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

SBY: Demonstrasi Jadi Pengingat Pentingnya Dialog dan Kebersamaan

Siti Rohmah • Minggu, 7 September 2025 | 21:22 WIB
Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat sambutannya di pembukaan pameran seni di Astha District, Jakarta Selatan, Sabtu (6/9).
Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat sambutannya di pembukaan pameran seni di Astha District, Jakarta Selatan, Sabtu (6/9).

RADARTUBAN - Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menilai rangkaian aksi demonstrasi yang berlangsung di sejumlah daerah akhir Agustus lalu sebagai pengingat pentingnya menjaga ruang dialog dan kebersamaan di tengah masyarakat.

“Peristiwa yang terjadi sekitar sepuluh hari lalu menyadarkan kita semua bahwa dialog dan kebersamaan adalah hal yang harus dijaga,” ujar SBY dalam sambutannya pada pembukaan pameran seni bertajuk Art for Peace and A Better Future di Astha District 8, Jakarta Selatan, Sabtu (6/9).

Menurut SBY, gelombang unjuk rasa tersebut menjadi refleksi bagi semua pihak, termasuk pemerintah, agar lebih serius dalam membangun bangsa ke arah yang lebih baik, adil, dan amanah. 

Presiden asal Pacitan, Jawa Timur ini menekankan bahwa komunikasi, persaudaraan, serta dialog lintas elemen bangsa sangat dibutuhkan demi terciptanya Indonesia yang maju.

“Mari kita menatap ke depan untuk memperkuat dialog, kebersamaan, dan kerja keras menuju Indonesia yang lebih baik di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo,” kata SBY.

Presiden yang hobi melukis ini menyampaikan optimisme bahwa Indonesia mampu mewujudkan cita-cita besar bangsa apabila seluruh elemen masyarakat menjalankan amanahnya dengan penuh komitmen.

“Dengan niat baik, karya tulus, dan semangat yang kuat for our better future, selalu ada jalan untuk mewujudkan Indonesia yang kita harapkan,” tambahnya.

Sebelumnya, aksi demonstrasi berawal pada Senin (25/8) ketika mahasiswa, pelajar, dan kelompok masyarakat menggelar aksi di depan gedung parlemen menolak kenaikan tunjangan anggota DPR.

Aksi berlanjut pada Kamis (28/8) dengan tuntutan kenaikan upah buruh di gerbang utama kompleks parlemen Jakarta.

Namun, situasi memanas setelah seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, tewas terlindas kendaraan taktis polisi saat mengantar pesanan.

Tragedi tersebut memicu kemarahan publik, meluasnya demonstrasi, serta aksi penjarahan rumah anggota DPR dan perusakan fasilitas umum di sejumlah wilayah.

SBY menekankan bahwa momentum ini harus dijadikan pelajaran bersama untuk memperkuat semangat persatuan, menjaga kedamaian, dan membuka ruang komunikasi yang lebih sehat antara pemerintah dan masyarakat. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#republik indonesia #dialog #pameran #presiden #demonstrasi #sby