Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Survei Terbaru Ungkap Ancaman AI Semakin Membuat Khawatir Para Pekerja, Berikut Penjelasannya

M Robit Bilhaq • Selasa, 9 September 2025 | 00:10 WIB
Ilustrasi AI menggantikan Pekerja
Ilustrasi AI menggantikan Pekerja

RADARTUBAN - Sebuah survei terbaru menunjukkan bahwa setengah dari pekerja merasa takut kehilangan pekerjaan dan digantikan oleh teknologi kecerdasan buatan, atau AI.

Perasaan cemas ini juga dialami oleh pekerja muda yang kini lebih memperhatikan perkembangan teknologi tersebut.

Survei ini dilakukan oleh Trades Union Congress (TUC) di Inggris kepada 2.600 orang yang diwawancarai.

Dari jumlah tersebut, 51 persen mengatakan merasa khawatir akan kehilangan pekerjaan atau menghadapi perubahan dalam syarat dan ketentuan kerja, seperti dilaporkan The Guardian.

Selain itu, sebanyak 26 persen dari pekerja usia 25 hingga 34 tahun juga mengungkapkan rasa cemas yang sama terkait kemunculan AI.

Survei tersebut juga menunjukkan bahwa 50 persen dari responden menginginkan adanya suara dalam pengambilan keputusan terkait penggunaan AI di tempat kerja maupun dalam perekonomian secara umum. Hanya 17 persen yang tidak setuju.

Menurut TUC, teknologi AI bisa memberikan manfaat positif bagi dunia kerja.

Selain membantu meningkatkan efisiensi, teknologi ini juga dianggap mampu memperbaiki layanan publik.

Meski demikian, TUC meminta pemerintah tetap melibatkan pekerja dan serikat buruh ketika AI diterapkan di tempat kerja, agar hak dan perlindungan pekerja tetap terjaga.

Kelompok itu juga menekankan pentingnya memberikan pelatihan kepada pekerja yang langsung terdampak karena posisinya digantikan oleh AI.

Mengenai penggunaan dana publik untuk riset dan pengembangan AI, TUC menekankan perlunya aturan khusus.

Hal ini bertujuan agar teknologi baru tidak langsung menggeser peran pekerja manusia.

Selain itu, TUC menilai pekerja seharusnya mendapatkan bagian dari keuntungan yang dihasilkan dari peningkatan produktivitas melalui penggunaan AI.

Karena itu, perusahaan diharapkan berinvestasi pada peningkatan keterampilan dan pelatihan tenaga kerja.

Upaya tersebut juga bisa diwujudkan dengan meningkatkan upah, memperbaiki suasana kerja, serta memberi kewenangan kepada pekerja untuk ikut dalam pengambilan keputusan perusahaan, terutama di tingkat direktur. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#pekerja #AI #kecerdasan buatan #kehilangan pekerjaan #generasi muda