RADARTUBAN – Morowali kembali menegaskan diri sebagai “raja” kabupaten terkaya di Indonesia.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 dikutip dari goodstats.id menunjukkan, kabupaten di Sulawesi Tengah itu mencatat Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita fantastis: Rp 1 miliar per penduduk per tahun. Angka yang jauh meninggalkan pesaing terdekatnya.
Di posisi kedua ada Teluk Bintuni (Papua Barat) dengan Rp 570 juta.
Disusul Halmahera Tengah (Maluku Utara) Rp 520 juta, Mimika (Papua Tengah) Rp 450 juta, serta Kepulauan Anambas (Kepulauan Riau) Rp 360 juta.
Sisanya, kabupaten-kabupaten di Kalimantan, Riau, hingga NTB mengisi daftar 15 besar.
Mesin Ekonomi: Manufaktur dan Tambang
Peta ini memperlihatkan fakta mencolok: hampir seluruh kabupaten terkaya bertumpu pada sektor pertambangan dan manufaktur.
Dari nikel di Morowali dan Halmahera, LNG di Teluk Bintuni, hingga tembaga di Mimika, komoditas mentah dan industri pengolahannya menjadi mesin utama perekonomian.
PDRB per kapita sejatinya hanya menggambarkan rata-rata nilai tambah ekonomi per penduduk.
Angka Rp 1 miliar di Morowali, misalnya, bukan berarti setiap warga benar-benar mengantongi uang sebanyak itu. Faktanya, masih banyak kantong-kantong kemiskinan yang belum tersentuh arus investasi.
Fenomena ini makin menegaskan paradoks: daerah dengan sumber daya alam melimpah kerap belum mampu menyejahterakan rakyatnya secara merata.
Infrastruktur dasar, kesehatan, dan pendidikan di beberapa kabupaten kaya tambang masih tertinggal.
Daftar 15 Kabupaten Terkaya 2024 (PDRB per Kapita):
1. Morowali – Rp 1,0 miliar
2. Teluk Bintuni – Rp 570 juta
3. Halmahera Tengah – Rp 520 juta
4. Mimika – Rp 450 juta
5. Kep. Anambas – Rp 360 juta
6. Kutai Timur – Rp 340 juta
7. Tana Tidung – Rp 330 juta
teBaca Juga: Daftar 10 Orang Terkaya Dunia Agustus 2025: Elon Musk Makin Jauh di Puncak, Bill Gates Tersingkir
8. Bengkalis – Rp 300 juta
9. Kep. Seribu – Rp 280 juta
10. Natuna – Rp 260 juta
11. Kutai Kartanegara – Rp 260 juta
12. Siak – Rp 250 juta
13. Morowali Utara – Rp 240 juta
14. Sumbawa Barat – Rp 240 juta
15. Kutai Barat – Rp 220 juta
PR Besar: Dari Kaya SDA ke Kaya Warga
Data ini menyimpan pesan penting: kekayaan alam memang bisa melesatkan angka PDRB, tapi tak otomatis menciptakan kesejahteraan.
Tantangan terbesar adalah bagaimana pemerintah daerah mampu mengubah “angka makro” ini menjadi “rasa sejahtera” nyata bagi warganya.
Kalau tidak, daftar kabupaten terkaya ini hanya akan menjadi deretan statistik glamor, sementara realitas di lapangan tetap diwarnai jurang kesenjangan. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama