RADARTUBAN – Kabar gembira datang untuk tenaga kependidikan se-Jawa Timur.
Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Timur resmi membuka pendaftaran peserta Pelatihan Tenaga Kependidikan untuk tahun 2025.
Program ini diperuntukkan bagi tenaga administrasi sekolah, tenaga perpustakaan, hingga tenaga laboratorium.
Lebih istimewa lagi, seluruh rangkaian pelatihan digelar secara gratis alias tanpa dipungut biaya.
Pelatihan akan berlangsung selama lima hari penuh dengan sistem tatap muka (luring).
Peserta akan dibekali keterampilan terkini sesuai bidang masing-masing.
Mulai dari manajemen administrasi modern, pengelolaan perpustakaan berbasis digital, hingga praktik laboratorium yang lebih efektif dan aman.
“Kesempatan ini sayang kalau dilewatkan. Targetnya agar tenaga kependidikan lebih profesional dan bisa mendukung mutu pendidikan di sekolah,” tegas pihak BBGTK Jatim dalam pengumuman resminya.
Persyaratan yang Harus Dipenuhi
Untuk mengikuti pelatihan, peserta wajib memenuhi beberapa syarat berikut:
1. Pendidikan minimal SMA/SMK.
2. Memiliki akun belajar.id aktif.
3. Mengunggah SK pembagian tugas tahun pelajaran 2025/2026.
4. Membuat deskripsi singkat aktivitas pekerjaan sehari-hari di sekolah.
Pendaftaran dibuka mulai 10–20 September 2025 melalui tautan resmi: https://s.id/RegistrasipelatihanTendik2025.
Pentingnya Peningkatan Kompetensi
Tenaga kependidikan sering kali berada di balik layar, namun perannya krusial dalam kelancaran proses belajar mengajar.
Administrasi sekolah yang rapi, perpustakaan yang dikelola baik, dan laboratorium yang terorganisir merupakan kunci terciptanya suasana belajar yang kondusif.
“Pelatihan ini diharapkan mampu meng-upgrade keterampilan peserta agar lebih siap menghadapi tantangan pendidikan era digital,” lanjut keterangan BBGTK Jatim.
Meski gratis, kuota peserta terbatas. Panitia mengimbau agar pendaftar segera melengkapi dokumen yang dibutuhkan dan tidak menunda hingga hari terakhir.
Bagi sekolah-sekolah di Tuban, kesempatan ini menjadi momen penting untuk mendorong tenaga kependidikan lebih kompeten.
“Jika gurunya dituntut inovatif, maka tenaga kependidikan pun harus adaptif,” ujar seorang kepala sekolah yang ditemui Radar Tuban.
BBGTK Jatim menegaskan bahwa sertifikat pelatihan akan diberikan bagi peserta yang mengikuti kegiatan secara penuh.
Sertifikat ini nantinya dapat menjadi bukti peningkatan kompetensi dan mendukung penilaian kinerja pegawai. (*)
Editor : Amin Fauzie