Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kemlu Pastikan Seluruh 125 WNI di Kathmandu Tetap Aman Ditengah Kerusuhan Besar Nepal yang Tewaskan 19 Orang,

Siti Rohmah • Kamis, 11 September 2025 | 14:34 WIB
Massa demonstran memadati jalan utama Kathmandu, Nepal
Massa demonstran memadati jalan utama Kathmandu, Nepal

RADARTUBAN- Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Nepal dalam kondisi aman, meski negara tersebut tengah dilanda kerusuhan besar anti-pemerintah.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Judha Nugraha, menyampaikan pihaknya terus berkoordinasi dengan KBRI Dhaka—yang juga terakreditasi untuk Nepal—serta Konsul Kehormatan RI dan simpul masyarakat Indonesia di Nepal.

“Sampai saat ini tidak ada laporan WNI yang menjadi korban dalam kerusuhan tersebut,” kata Judha kepada wartawan di Jakarta, Rabu.

Kemlu juga mengimbau WNI yang sedang berada di Nepal, baik untuk kunjungan maupun wisata, agar segera melapor diri melalui hotline KBRI Dhaka.

Berdasarkan data KBRI, terdapat 57 WNI yang menetap di Nepal. Selain itu, tercatat 43 anggota delegasi RI yang tengah mengikuti sejumlah konferensi internasional di Kathmandu, dua personel TNI yang sedang menempuh pelatihan, serta 23 wisatawan asal Indonesia. Seluruhnya dipastikan dalam keadaan selamat.

Sebagai langkah antisipasi, KBRI Dhaka telah mengeluarkan imbauan agar WNI meningkatkan kewaspadaan, menjauhi kerumunan, serta terus memantau perkembangan situasi melalui sumber resmi pemerintah setempat.

Kerusuhan di Nepal dipicu kebijakan pemerintah yang memblokir sejumlah media sosial populer karena dinilai belum memenuhi persyaratan regulasi baru.

Keputusan itu memantik protes besar-besaran pada Senin (8/9), yang didominasi kaum muda Generasi Z.

Unjuk rasa kemudian berubah menjadi kerusuhan dan penjarahan, mengakibatkan sedikitnya 19 orang tewas akibat tembakan aparat serta ratusan orang lainnya mengalami luka-luka.

Massa dilaporkan menyerbu gedung-gedung publik, kantor partai pemerintah, bahkan membakar gedung parlemen dan rumah pejabat tinggi, termasuk Kantor Presiden.

Akibat eskalasi yang semakin memanas, Perdana Menteri Nepal Sharma Oli menyatakan mundur dari jabatannya kepada Presiden Ram Chandra Paudel, yang kini tengah menyiapkan pembentukan pemerintahan baru.(*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#kathmandu #kemenlu #kerusuhan #WNI #nepal