RADARTUBAN- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa langsung menghadap Presiden Prabowo Subianto usai mengikuti rapat perdananya bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Rabu (10/9).
Pertemuan tersebut membahas rencana perubahan sejumlah pos anggaran yang saat ini sedang didiskusikan pemerintah dengan parlemen.
Purbaya tiba di Istana Kepresidenan sekitar pukul 17.30 WIB. Ia menyampaikan bahwa kehadirannya bertujuan untuk melaporkan dinamika pembahasan anggaran di DPR, termasuk usulan perubahan yang diajukan pemerintah.
“Di DPR masih ada beberapa perubahan anggaran yang kita ajukan. Saya laporkan seperti apa hasil sidang di DPR, dan angkanya masih akan dibicarakan dengan Presiden,” ujar Purbaya kepada wartawan.
Menkeu yang baru dilantik dua hari sebelumnya itu menegaskan bahwa tidak ada laporan khusus yang dipersiapkan, melainkan sekadar menyampaikan pokok-pokok hasil rapat dengan DPR.
“Tadi kan di DPR membahas anggaran apa saja, ya itu yang perlu saya sampaikan ke Presiden. Aman,” tambahnya.
Sebelumnya pada Rabu pagi, Purbaya menghadiri rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI membahas Rencana Kerja Anggaran (RKA) Kementerian Keuangan Tahun 2026 yang mencapai Rp52,16 triliun.
Dalam forum tersebut, ia juga menyinggung peran Danantara dan agenda percepatan investasi sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi.
“Ke depan, kontribusi investasi dari Danantara diharapkan terus meningkat hingga 2029, sejalan dengan peran swasta yang juga makin besar,” kata Purbaya dalam rapat tersebut.
Ia menambahkan, APBN tetap diarahkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur berkelanjutan.
Fokus utamanya mencakup proyek-proyek strategis yang memiliki daya ungkit terhadap pertumbuhan ekonomi, seperti perumahan, infrastruktur ketahanan pangan dan energi, serta fasilitas pendidikan dan kesehatan.
Dalam paparannya, Purbaya juga menyebutkan target pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) pada Rancangan APBN 2026 sebesar 5,4 persen, lebih tinggi dibanding target 5,2 persen pada 2025.
Dari sisi komponen, investasi diperkirakan melambat dari 5,5 persen tahun ini menjadi 5,2 persen tahun depan. Sebaliknya, konsumsi rumah tangga ditargetkan naik dari 5,0 persen menjadi 5,2 persen, dan ekspor meningkat dari 5,4 persen menjadi 6,7 persen.
Sementara itu, dari sisi sektoral, pertanian diproyeksikan tumbuh 4,1 persen, manufaktur 5,2 persen, serta sektor informasi dan komunikasi mencapai 8,0 persen pada 2026.(*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni