RADARTUBAN- Beberapa wilayah di Bali saat ini dilanda banjir akibat hujan deras yang terus mengguyur sejak Selasa (9/9).
Genangan banjir mengakibatkan rusaknya infrastruktur, merendam pemukiman warga, akses jalan tertutup, hingga menelan korban jiwa.
Beberapa wilayah seperti di Kabupaten Jembrana air menerjang pemukiman dan fasilitas umum, mengakibatkan seluruh warga diharuskan untuk mengungsi di lokasi yang lebih aman.
Sementara di Kota Depansa aktivitas perkantoran serta sekolah ditutup.
Di Denpasar tepatnya di sepanjang aliran Tukad Badung, sebanyak enam toko ambruk, dan menelan enam korban jiwa tiga diantaranya belum ditemukan.
Kepala Balai BMKG Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho menjelaskan bahwa dalam dua hari terakhir intensitas hujan di Bali masuk dalam kategori lebat hingga ekstrem.
Kondisi tersebut disebabkan oleh aktifnya gelombang ekuatorial Rosby sehingga memicu pertumbuhan awan konvektif.
“Kondisi cuaca di wilayah Bali (Jembrana, Tabanan, Badung, Denpasar, Gianyar, Klungkung, dan Karangasem) menunjukkan akumulasi curah hujan harian berada dalam kategori lebat (>50 mm/hari) hingga kategori ekstrem (>150 mm/hari). Kondisi kelembaban udara lembap hingga lapisan 200 mb (12.000 meter) mendukung pembentukan awan konvektif dengan puncak awan tinggi. Inilah yang menimbulkan hujan lebat disertai kilat dan petir,” jelasnya.
Sejumlah media asing juga ramai menyoroti banjir yang terjadi di Bali. Media asal Inggris, Guardian, dalam artikelnya yang berjudul 'Six Dead in Bali as Flash Floods Inundate Popular Tourist Destination' memberitakan sejumlah akses di Denpasar Bali dan sekitarnya lumpuh akibat terendam banjir. Mereka juga menyoroti adanya korban dari bencana tersebut.
Media asing lainnya yang menyoroti bencana banjir di Bali adalah media asal Australia, Sydney Morning Herald.
Dalam beritanya yang berjudul ''Highest we have witnessed': Bali inundated by deadly flash floods', tersebut melaporkan adanya saluran air yang tersumbat sampah hingga memicu hambatan aliran deras air yang mengalir ke jalan serta pemukiman.(*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni