RADARTUBAN - Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPR RI, Bambang Hariyadi, menegaskan bahwa kabar Rahayu Saraswati mundur dari jabatannya sebagai anggota DPR RI untuk masuk ke kabinet hanyalah isu dan spekulasi belaka.
Menurutnya, penentuan susunan kabinet sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto. Karena itu, Fraksi Gerindra tidak mencampuri urusan tersebut.
"Kalau isu tanpa sumber yang jelas, ya namanya gosip. Dalam istilah Islam, gibah. Jadi tidak perlu kita bahas lebih jauh," ujar Bambang di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis.
Ia menambahkan, selain adanya sorotan warganet di media sosial, dirinya juga belum mengetahui secara pasti alasan pribadi yang membuat Saraswati memilih mundur.
Meski begitu, keputusan keponakan Presiden Prabowo itu tetap ia hormati.
Bambang menilai, langkah mundur yang diambil Saraswati tentu melalui pertimbangan matang, baik secara pribadi maupun bersama keluarganya.
Dari sisi fraksi, ia menyebut pihaknya akan berkoordinasi dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra untuk memproses mekanisme pengunduran diri tersebut.
"Status kader itu kewenangan partai. Penempatan kader sebagai calon legislatif juga menjadi domain partai politik. Dalam Undang-Undang Partai Politik maupun UU Pemilu jelas disebutkan bahwa peserta pemilu adalah partai politik," jelasnya.
Penyebab Rahayu Saraswati Djojohadikusumo Mengudurkan diri
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mengumumkan pengunduran dirinya dari parlemen.
Keputusan tersebut ia sampaikan melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, @rahayusaraswati, pada Rabu (10/9).
Dalam pernyataannya, Saraswati meminta maaf atas ucapan yang pernah dilontarkannya dan dinilai melukai banyak pihak.
"Dengan ini, saya menyatakan pengunduran diri saya sebagai Anggota DPR RI kepada Fraksi Partai Gerindra," ucapnya dalam video tersebut.(*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni