RADARTUBAN – Perfilman Indonesia kembali mencatat prestasi internasional.
Film fantasi-romantis Sore: Istri dari Masa Depan atau Sore Idaman resmi dipilih Komite Seleksi Oscar Indonesia (IOSC) untuk mewakili Indonesia di ajang Academy Awards (Oscar) ke-98 tahun 2026.
Yandy Laurens: Bentuk Kepercayaan Besar
Kabar tersebut diumumkan IOSC pada 8 September 2025. Sutradara sekaligus penulis naskah, Yandy Laurens, menyambut gembira kesempatan ini.
Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan bentuk kepercayaan besar terhadap karya yang ia garap bersama tim.
IOSC sendiri berada di bawah naungan Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI) dan diakui resmi oleh Academy of Motion Pictures Arts and Sciences (AMPAS).
Setiap tahun, komite ini memilih satu film untuk masuk seleksi kategori Best International Feature Film.
Baca Juga: Belajar Teori Stages of Grief Lewat Film Sore: Istri dari Masa Depan
Kisah Fantasi dengan Sentuhan Romansa
Selain jalan cerita yang unik, daya tarik Sore Idaman terletak pada visual sinematik yang dieksekusi di berbagai lokasi, mulai dari Jakarta, Kroasia, hingga Finlandia.
Film ini dibintangi Sheila Dara Aisha, Dion Wiyoko, serta aktor internasional Goran Bogdan, Lara Nekic, dan Livio Badurina.
Dirilis pada 10 Juli 2025, film ini berhasil meraih 2,9 juta penonton hingga pertengahan Agustus.
Tak hanya di dalam negeri, Sore Idaman juga akan tayang di Malaysia mulai 25 September dengan dukungan Primeworks Studios.
Adaptasi dari Serial YouTube
Film ini diproduseri Suryana Paramita dari Cerita Films dan diadaptasi dari serial YouTube Sore – Istri dari Masa Depan (2017).
Ceritanya mengikuti Jonathan, pria Indonesia yang tinggal di Kroasia dan bertemu Sore, perempuan misterius yang mengaku sebagai istrinya dari masa depan.
Produksi film melibatkan sejumlah nama besar seperti Melyana Tjahyadikarta, Queen Yeap, Miles Films, Imajinari, hingga Studio Artemis. Dukungan juga datang dari mitra resmi seperti Artotel Wanderlust, SukkhaCitta, dan HMNS.
Harapan untuk Perfilman Indonesia
Dengan capaian ini, harapan besar kembali tertuju pada perfilman Indonesia agar bisa bersaing di kancah internasional.
Kehadiran Sore Idaman di Oscar 2026 diharapkan menjadi pintu bagi karya sineas Tanah Air untuk lebih dikenal di dunia. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni