RADARTUBAN – Pasar semen di dalam negeri yang tak kunjung pulih mendorong PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) mencari peluang ke luar negeri.
Tak tanggung-tanggung, BUMN ini mengincar pasar Amerika Serikat (AS) sebagai sasaran baru ekspor.
Jika tak ada aral melintang, pengapalan perdana bakal dimulai kuartal IV 2025 – dengan catatan, pembangunan jetty (dermaga) di Tuban rampung sesuai jadwal.
“Kita akan mulai ekspor semen tipe 5 ke Amerika, semoga dapat teralisasi di kuartal keempat,” tegas Direktur Sales & Marketing SMGR Dicky Saelan dalam Public Expose Live 2025, Jumat (12/9) dilansir dari idnfinancials.com.
Ekspor ini dilakukan melalui kerja sama strategis dengan mitra asal Jepang, Taiheiyo Cement Corporation (TCC).
Langkah ekspor ke Negeri Paman Sam ini bukan sekadar diversifikasi pasar, tetapi menjadi “obat penawar” bagi penjualan domestik yang masih tertekan akibat lesunya sektor properti dan infrastruktur.
“Dengan pasar domestik yang tertekan, kami harapkan ada pasar ekspor yang bisa diambil untuk compensate tekanan tersebut,” kata Dicky.
Ekspor Melonjak, Laba Masih Terkapar
Hingga semester I 2025, volume ekspor semen SMGR tercatat melonjak 24,9 persen year-on-year.
Namun, kenaikan ini belum cukup mengangkat kinerja keuangan perusahaan.
Laba bersih justru anjlok 92 persen menjadi hanya Rp 40 miliar, sementara penjualan turun tipis 4,9 persen menjadi Rp 15,6 triliun.
Penurunan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) sebesar 2,1 persen ikut memperberat beban perseroan.
Bidik Pasar Global dan Segmen Tukang
Selain Amerika, SMGR juga sedang mengincar mega proyek di Arab Saudi dan peluang ekspor “green cement” ke pasar Eropa yang semakin ketat regulasi emisi karbonnya.
Di saat bersamaan, manajemen memperkuat penetrasi ke segmen end-user di pasar domestik, mulai kontraktor, mandor, hingga tukang melalui jaringan toko retail.
“Yang paling penting adalah mempertimbangkan harga yang dapat berkompetisi di pasar, dengan tetap mempertahankan profitabilitas yang baik, serta ketersediaan produk,” jelas Wakil Direktur Utama SMGR, Andriano Hosny Panangian.
Keberhasilan rencana ekspor ke AS akan menjadi tolok ukur penting strategi SMGR.
Semua mata kini tertuju ke Tuban: jika jetty selesai tepat waktu, sejarah baru ekspor semen “Made in Tuban” ke AS akan segera tercatat. (*)
Editor : Amin Fauzie