RADARTUBAN – Presiden Prabowo Subianto memastikan akan segera membentuk komisi khusus yang bertugas mengevaluasi sekaligus mereformasi institusi Polri.
Rencana ini muncul setelah aspirasi masyarakat sipil yang disuarakan Gerakan Nurani Bangsa (GNB) diterima langsung di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Aspirasi GNB Diterima Presiden
Pertemuan Presiden dengan GNB berlangsung selama tiga jam dan dihadiri sejumlah tokoh bangsa serta menteri Kabinet Merah Putih.
Anggota GNB, Pendeta Gomar Gultom, menyebut Presiden menyambut baik usulan reformasi Polri.
“Presiden menyatakan akan segera membentuk tim atau komisi reformasi kepolisian. Ini menjadi tuntutan masyarakat yang cukup luas,” ujarnya usai pertemuan.
Reformasi Sejalan dengan Gagasan Presiden
Menteri Agama Nasaruddin Umar yang turut hadir menegaskan bahwa aspirasi GNB sejalan dengan konsep yang sudah dirancang Presiden Prabowo.
“Apa yang disampaikan GNB ternyata sudah sesuai dengan gagasan Presiden. Jadi ini seperti gayung bersambut,” ucapnya.
Meski begitu, detail teknis pembentukan komisi reformasi Polri masih menunggu keputusan resmi Presiden.
Komisi Investigasi Prahara Agustus
Selain komisi reformasi Polri, Presiden juga menyetujui pembentukan Komisi Investigasi Independen untuk mengusut peristiwa Prahara Agustus—serangkaian kerusuhan pada 25 dan 28–30 Agustus 2025 di Jakarta dan beberapa kota lain.
Anggota GNB sekaligus mantan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, menilai kehadiran komisi tersebut penting untuk menjaga objektivitas.
“Aksi mahasiswa dan aktivis sejatinya berlangsung damai sesuai konstitusi. Namun berkembang menjadi kekerasan, perusakan, dan penjarahan yang menimbulkan tuduhan. Agar tidak terjadi saling menyalahkan, perlu investigasi independen,” tegasnya.
Harapan untuk Perubahan
Langkah Presiden Prabowo disambut positif oleh GNB. Mereka menilai pembentukan komisi reformasi dan investigasi independen bisa menjadi titik balik untuk memperkuat demokrasi serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi negara. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni