RADARTUBAN – Presiden Nepal, Ram Chandra Poudel, memutuskan untuk membubarkan parlemen dan membentuk pemerintahan sementara.
Kursi perdana menteri sementara akan diisi oleh mantan Ketua Mahkamah Agung, Sushila Karki.
Menurut laporan The Himalayan Times, keputusan ini disertai dengan pengumuman keadaan darurat sekaligus pembubaran Dewan Perwakilan Rakyat yang beranggotakan 275 kursi.
Pelantikan Karki sebagai perdana menteri sementara dijadwalkan berlangsung Jumat (12/9) pukul 21.00 waktu setempat.
Tekanan Generasi Muda
Kiran Pokharel, penasihat pers presiden, menyebut keputusan ini diambil untuk merespons tuntutan masyarakat, khususnya generasi muda yang tergabung dalam kelompok demonstran Generasi Z.
Mereka mendesak adanya perubahan politik setelah merasa tidak puas dengan pemerintahan sebelumnya.
Baca Juga: PM Nepal KP Sharma Oli Mundur Usai Demo yang Larangan Media Sosial yang Tewaskan Warganya
Aksi Protes Berdarah
Gelombang protes besar-besaran yang berlangsung sejak Senin (8/9) berujung kerusuhan dan memaksa mundurnya pemerintahan Perdana Menteri KP Sharma Oli.
Menurut kepolisian, sedikitnya 51 orang tewas dalam kerusuhan tersebut, termasuk 3 aparat kepolisian, 21 demonstran, 18 warga sipil, serta 9 narapidana. Ratusan lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Pembentukan pemerintahan sementara dengan Sushila Karki diharapkan dapat meredakan ketegangan politik dan menjadi jalan menuju transisi demokrasi yang lebih stabil. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni