RADARTUBAN- Indonesia mencetak sejarah baru di bidang teknologi antariksa.
PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) berhasil meluncurkan Satelit Nusantara Lima (SNL) ke orbit menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat, Kamis (11/9) waktu setempat.
Satelit dengan kapasitas 160 Gigabit per Second (Gbps) ini diklaim sebagai yang terbesar di kawasan Asia.
Baca Juga: Apple Perpanjang Akses Gratis Komunikasi Satelit di iPhone 14 dan iPhone 15 Hingga 2026
Perluas Internet hingga Pelosok Nusantara
Dengan hadirnya SNL, akses internet diharapkan semakin merata, termasuk untuk daerah tertinggal, terpencil, dan terluar (3T).
Jangkauannya bahkan bisa menembus Malaysia dan Filipina.
“SNL bukan hanya infrastruktur telekomunikasi, tetapi juga langkah strategis menuju kemandirian bangsa di sektor antariksa,” tegas Adi Rahman Adiwoso, Direktur Utama PSN.
Baca Juga: Pixel 10 Jadi Ponsel Pertama yang Hadirkan Panggilan WhatsApp via Satelit
Spesifikasi Satelit
SNL berbobot 7,8 ton dan menggunakan teknologi Very High Throughput Satellite (VHTS) dengan 101 sinyal fokus di frekuensi Ka-band.
Sistem penggerak satelit ini memadukan bahan kimia dan ion Xenon (XIPS), membuatnya 10 kali lebih efisien dibanding satelit konvensional.
Infrastruktur Penunjang
Untuk mendukung operasional, PSN bekerja sama dengan Hughes Network System membangun delapan stasiun bumi di Banda Aceh, Bengkulu, Cikarang, Gresik, Banjarmasin, Tarakan, Kupang, dan Makassar.
Satelit ini diproyeksikan berperan penting dalam digitalisasi nasional, penanggulangan bencana, pemantauan lingkungan, pertahanan, hingga keamanan negara.
Sempat Tertunda Tiga Kali
Peluncuran SNL sejatinya sempat tertunda tiga kali karena faktor cuaca. Hingga akhirnya, momen bersejarah ini dapat terlaksana dengan lancar.
Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kominfo, Wayan Toni Supriyanto, turut hadir menyaksikan peluncuran tersebut.
Ekspansi Layanan ke ASEAN
PSN juga menggandeng We Are IT Philippines Inc untuk menyediakan internet 13,5 Gbps di wilayah terpencil Filipina.
Kerja sama ini menunjukkan langkah Indonesia dalam memperluas industri satelit ke tingkat ASEAN.
“Ekspansi layanan PSN ke Filipina dan Malaysia mempertegas kemampuan Indonesia bersaing di level global,” tambah Adi Rahman.
Tahap Selanjutnya
Setelah mengudara, SNL membutuhkan waktu lima bulan untuk mencapai orbit di 113 derajat Bujur Timur.
PSN akan melakukan uji coba di orbit dan In-Orbit Acceptance Review (IOAR) guna memastikan semua sistem berjalan optimal.
Pemerintah optimistis SNL bakal menjadi motor penggerak dalam pemerataan akses internet dan penguatan ekonomi digital Indonesia. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni