Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Banjir Bali Rendam 1.835 Sekolah, Siswa dan Guru Tak Bisa Gelar Belajar Mengajar

Alifah Nurlias Tanti • Minggu, 14 September 2025 | 20:30 WIB

 

Banjir besar di Bali tak hanya merendam rumah, tapi juga lumpuhkan ribuan sekolah. Anak-anak tetap diimbau agar tidak berhenti belajar.
Banjir besar di Bali tak hanya merendam rumah, tapi juga lumpuhkan ribuan sekolah. Anak-anak tetap diimbau agar tidak berhenti belajar.

RADARTUBAN - Banjir yang melanda Bali tak hanya merendam rumah dan jalanan, tapi juga menyentuh dunia pendidikan.

Sebanyak 1.835 sekolah dilaporkan terdampak banjir yang terjadi pada Rabu (10/9), meninggalkan jejak kekhawatiran di tengah semangat belajar anak-anak.

Banjir yang melanda Bali tak hanya menyisakan genangan air, tapi juga menyebar dampaknya ke dunia pendidikan.

Berdasarkan pemetaan dari Data Pokok Pendidikan (Dapodik), tercatat ribuan sekolah terdampak, tersebar di berbagai wilayah.

Di Kabupaten Badung, ada 214 sekolah yang ikut merasakan imbasnya.

Gianyar mencatat 285 sekolah, sementara Jembrana tak luput dengan 226 sekolah terdampak.

Klungkung, meski lebih kecil, tetap merasakan luka dengan 49 sekolah.

Tabanan menyusul dengan 113 sekolah, dan yang paling banyak terdampak adalah Kota Denpasar, dengan 948 sekolah yang kini menghadapi tantangan besar untuk tetap menjalankan proses belajar-mengajar.

Di tengah genangan air dan lumpur yang menyelimuti Bali, dunia pendidikan ikut merasakan dampaknya.

Dalam keterangan resmi pada Sabtu (13/9), Dirjen PAUD Dikdasmen, Gogot Suharwoto, menyampaikan bahwa sementara ini tercatat 60 sekolah mengalami kerusakan berat.

Tak hanya bangunan yang terdampak sebanyak 906 siswa dan 74 guru juga ikut merasakan langsung dampak banjir tersebut.

Suharwoto, menyampaikan bahwa sementara ini tercatat 60 sekolah mengalami kerusakan berat.

Tak hanya bangunan yang terdampak sebanyak 906 siswa dan 74 guru juga ikut merasakan langsung dampak banjir tersebut.

“Kami akan memberikan bantuan berupa sarana dan perbaikan prasarana sekolah sehingga mengurangi risiko dampak banjir, pada tahun anggaran 2026,” paparnya

Kunjungan mereka menyentuh SDN 04 dan SDN 12 Dauh Puri, serta SDN 10 dan SDN 11 Paguyangan empat sekolah yang kini tak lagi bisa berfungsi seperti biasa.

Di sana, Gogot tak hanya melihat kerusakan fisik, tapi juga mendengar langsung cerita dari para guru dan staf yang tetap berusaha menjaga semangat belajar anak-anak di tengah keterbatasan.

Di empat sekolah yang dikunjungi, Gogot Suharwoto tak datang dengan tangan kosong. Dia membawa harapan dalam bentuk sederhana school kit berisi perlengkapan belajar untuk anak-anak yang terdampak.

Di tengah derasnya air yang menerjang dan merendam banyak fasilitas pendidikan, ada satu hal yang patut disyukuri saat banjir melanda Bali, sekolah-sekolah sedang libur memperingati Hari Raya Pagerwesi.

Tak ada aktivitas belajar saat itu, sehingga anak-anak dan guru tidak berada di sekolah ketika bencana datang.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Bali melalui Sekretariat Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) tak tinggal diam.

Mereka terus memperbarui data sekolah yang terdampak banjir melalui dashboard pemantauan, memastikan setiap informasi terkini bisa menjadi dasar langkah pemulihan yang tepat.

Mereka menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Cuaca Ekstrem selama tujuh hari, terhitung sejak (10 - 17/9/25).

Gogot Suharwoto menyampaikan harapan besar kepada pemerintah daerah di Bali agar layanan pendidikan tetap berjalan, meski dalam keterbatasan.

Dia mengimbau agar setiap daerah menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran dengan kondisi masing-masing sekolah karena setiap ruang kelas punya cerita dan tantangan yang berbeda.

“Layanan pendidikan harus tetap diberikan segera, untuk memastikan anak-anak kita tetap belajar walaupun di kondisi pasca darurat bencana,” tegasnya. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#rusak #dapodik #banjir bali #siswa #guru #sekolah