RADARTUBAN – Kabar gembira bagi para pendidik di seluruh Indonesia.
Direktorat Pendidikan Profesi Guru (PPG) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah resmi membuka pendaftaran Program Pelatihan Teknis Non Gelar untuk dosen PPG dan guru pamong.
Program prestisius ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat kompetensi guru, sekaligus menjawab tantangan pembelajaran abad ke-21 yang kian kompleks.
Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan mutu pendidikan profesi guru melalui dua fokus utama: integrasi literasi-numerasi berbasis kecerdasan artifisial (AI) dan layanan konseling sekolah yang relevan dengan kebutuhan generasi Z dan Alpha.
“Ini bukan sekadar pelatihan, tetapi investasi jangka panjang untuk mencetak guru pamong dan dosen PPG yang lebih profesional, adaptif, dan berdaya saing global,” tegas pihak Direktorat PPG dalam keterangan resminya di laman ppg.kemdikdasmen.go.id.
Syarat Peserta Pelatihan Super Ketat
Namun, tidak semua guru dan dosen bisa ikut program ini.
Peserta harus memenuhi syarat ketat, antara lain Warga Negara Indonesia (WNI), usia maksimal 55 tahun per 31 Desember 2025, memiliki NUPTK (Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan) atau NIDN (Nomor Induk Dosen Nasional), serta sehat jasmani dan rohani.
Khusus guru pamong, wajib berstatus ASN atau guru tetap yayasan, berpengalaman mengajar minimal dua tahun sebagai guru BK, dan lulusan S1/DIV dengan IPK minimal 3,00.
Persyaratan lainnya, mengantongi sertifikat kemampuan bahasa Inggris dengan skor TOEFL ITP minimal 450 atau setara.
Sementara dosen PPG harus bergelar S2 dengan IPK minimal 3,00, berpengalaman mengajar minimal dua tahun, serta memiliki sertifikat bahasa Inggris dengan skor TOEFL ITP minimal 500 atau setara.
Jadwal dan Mekanisme Pendaftaran Pelatihan
- Pendaftaran dibuka 11–24 September 2025 melalui aplikasi resmi.
- Verifikasi dokumen berlangsung hingga 26 September 2025.
- Seleksi wawancara digelar 1–4 Oktober 2025
- Pelaksanaan program berlangsung Oktober–November 2025, dan diakhiri dengan diseminasi hasil pada Desember 2025.
Momen Kritis bagi Dunia Pendidikan
Program ini datang di tengah sorotan publik terhadap rendahnya capaian literasi dan numerasi siswa Indonesia dalam berbagai survei internasional.
Dengan menyiapkan guru pamong dan dosen PPG yang memiliki kompetensi teknis mumpuni serta pemahaman AI, pemerintah berharap transformasi pembelajaran dapat terjadi dari akar rumput.
Jika dieksekusi konsisten, langkah ini bisa menjadi game-changer dalam memperbaiki kualitas SDM Indonesia, khususnya menjelang bonus demografi.
Namun, tantangan ada pada implementasi dan pemerataan kesempatan, terutama bagi guru di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).
Info lengkap dan pendaftaran: ppg.kemdikdasmen.go.id. So, jangan tunggu sampai terlambat – kuota terbatas dan proses seleksi sangat kompetitif. (*)
Editor : Amin Fauzie