Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Sering Dikaitkan dengan Kasus Korupsi Kuota Haji, Begini Respons PBNU

Cicik Nur Latifah • Senin, 15 September 2025 | 20:05 WIB
Korupsi kuota haji dan kedatangan tokoh pro-Zionis bikin NU resah
Korupsi kuota haji dan kedatangan tokoh pro-Zionis bikin NU resah

RADARTUBAN – Kalangan Nahdlatul Ulama (NU) belakangan dibuat resah oleh dua peristiwa yang dinilai mencederai umat.

Pertama, terungkapnya kasus korupsi kuota haji 2024 yang merugikan ribuan calon jemaah.

Kedua, kedatangan Peter Berkowitz, tokoh yang dikenal pro-Zionis, ke Indonesia untuk menyampaikan kuliah umum.

Baca Juga: KPK Dalami Kasus Haji Bermasalah, Ustaz Khalid Basalamah Dimintai Keterangan soal Penggunaan Jalur Khusus

Keresahan Para Kiai dan Warga Nahdliyin

Musytasyar PWNU Yogyakarta, KH Asyhari Abdullah Tamrin, menyebut keresahan ini dirasakan para kiai pesantren, pengurus NU, ustaz, hingga warga Nahdliyin di akar rumput.

Ia menilai penyusupan paham zionisme merupakan ancaman serius bagi NU.

“Zionisme yang masuk ke dalam tubuh jam’iyyah dapat dikenali melalui perubahan gagasan, sikap, dan perilaku sebagian orang yang terpengaruh. Ini sangat berbahaya,” tegas Kiai Asyhari, Minggu (14/8).

Baca Juga: Ustaz Khalid Basalamah Diperiksa KPK, Disorot Pilih Haji Khusus Meski Sudah Bayar Furoda

Ancaman terhadap Marwah NU

Mantan Rais Syuriyah PWNU Yogyakarta itu menegaskan, penyusupan ideologi berbahaya bisa meruntuhkan marwah NU.

Selama ini, NU dikenal luas sebagai rujukan umat Islam dunia karena konsistensinya menjaga Islam ala Ahlussunnah wal Jama’ah.

Ia menekankan pentingnya menjaga kehormatan organisasi. “Lebih baik tubuh kita yang terluka, daripada harga diri dan akal sehat kita terciderai,” ujarnya mengutip syair kitab Irsyadul Fuhul.

Menurutnya, menjaga kehormatan adalah bagian dari tujuan syariat, sejajar dengan perlindungan agama, jiwa, akal, harta, dan keturunan.

Korupsi Kuota Haji Lukai Calon Jemaah

Terkait kasus kuota haji, Asyhari menilai praktik korupsi itu bukan hanya merugikan negara, tetapi juga melukai ribuan calon jemaah yang telah puluhan tahun menunggu kesempatan beribadah.

“Korupsi semacam ini tidak hanya menciderai NU, tetapi juga menghancurkan rasa keadilan yang seharusnya ditegakkan,” tandasnya. (*)

 

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#korupsi kuota haji #Pro Zionis #Indonesia #NU #Peter Berkowitz