RADARTUBAN - Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya pada Minggu (14/9), dengan letusan yang sempat menyemburkan kolom abu setinggi 800 meter ke langit.
Gunung yang berdiri megah di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur ini tercatat mengalami empat kali erupsi dari puncaknya, Mahameru.
Laporan tersebut diterima di Lumajang dan dikutip dari situs berita ANTARA.
Di tengah kesibukan memantau pergerakan alam yang tak menentu, Liswanto dan timnya terus bekerja memastikan informasi terkini sampai ke publik, demi keselamatan bersama.
“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Minggu, (14/8/25), pukul 05.52 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati kurang lebih 800 meter di atas puncak,” kata Liswanto.
Menurut Liswanto, petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, erupsi kali ini menyemburkan abu vulkanik berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang.
Arah sebaran abu tercatat menuju utara, menandakan aktivitas vulkanik yang masih dinamis.
Letusan pertama tercatat terjadi pada pukul 05.13 WIB, dengan kolom abu yang membumbung hingga sekitar 700 meter di atas puncak Mahameru.
Di tengah pagi yang masih gelap, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali mengingatkan akan kekuatan alam yang tak bisa ditebak, sementara petugas terus berjaga dan mencatat setiap perubahan dengan cermat.
Letusan pertama Gunung Semeru pagi itu menyemburkan abu vulkanik berwarna putih hingga kelabu, membumbung dengan intensitas sedang ke arah utara.
Setelah Liswanto, giliran Mukdas Sofian yang mengambil alih tugas pemantauan di Pos Gunung Semeru.
Dalam laporannya, Mukdas mencatat bahwa erupsi ketiga dan keempat terjadi masing-masing pada pukul 06.41 WIB dan 07.33 WIB.
Dalam laporannya, Mukdas Sofian mencatat bahwa erupsi ketiga Gunung Semeru menyemburkan kolom abu setinggi kurang lebih 500 meter di atas puncak.
Erupsi ketiga Gunung Semeru pagi itu terekam jelas di seismograf, menunjukkan amplitudo maksimum sebesar 22 mm dan berlangsung selama 115 detik.
Dalam pembaruan laporannya, Mukdas menyampaikan bahwa Gunung Semeru kembali meletus untuk keempat kalinya, dengan kolom abu yang membumbung hingga sekitar 700 meter di atas puncak.
Baik pada erupsi ketiga maupun keempat, Gunung Semeru menyemburkan abu vulkanik berwarna putih pekat yang melayang tebal ke arah utara.
Erupsi keempat Gunung Semeru terekam jelas di seismograf, menunjukkan amplitudo maksimum sebesar 22 mm dan berlangsung selama 147 detik.
Menurut informasi dari aplikasi MAGMA Indonesia pada Minggu (14/9), status aktivitas Gunung Semeru masih berada di level Waspada atau level II.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak beraktivitas di sepanjang aliran Besuk Kobokan, hingga radius delapan kilometer dari puncak Gunung Semeru.
Warga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan.
Peringatan ini disampaikan karena wilayah tersebut berisiko tinggi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar dari Gunung Semeru.(*)
Editor : Yudha Satria Aditama