RADARTUBAN - Festival film internasional Jakarta World Cinema (JWC) 2025 kembali digelar secara luring di CGV Grand Indonesia mulai 27 September hingga 4 Oktober 2025.
Selama delapan hari, sebanyak 97 film dari berbagai negara akan ditayangkan di lima auditorium.
Mengutip akun resmi @klikfilm, festival ini menjadi ajang pertemuan sineas dunia sekaligus wadah apresiasi karya anak bangsa.
Tahun ini, sejumlah film Indonesia turut diputar, salah satunya Lavender Marriage garapan sutradara Razka Robby Ertanto yang sukses mencuri perhatian publik.
Film yang dibintangi Lutesha, Maxime Bouttier, Sani Fahreza, Anatasia Lie, dan Olivia Jensen itu mengangkat kisah Nona (Lutesha), seorang perempuan yang terjebak dalam pernikahan abusif.
Hidupnya mulai berubah saat bertemu Aris (Maxime Bouttier), seorang aktor terkenal yang diam-diam menyimpan rahasia besar tentang identitas seksualnya.
Pertemuan keduanya menguak fakta bahwa mereka sama-sama terperangkap dalam “pernikahan semu” atau lavender marriage.
Istilah tersebut merujuk pada pernikahan antara pria dan wanita yang dilakukan bukan karena cinta, melainkan sebagai tameng untuk menutupi orientasi seksual non-heteroseksual, terutama akibat tekanan sosial dan stigma publik.
Sutradara Razka Robby Ertanto menjelaskan, film ini lahir dari kegelisahan melihat masih banyak orang yang tidak bisa hidup autentik. “Kami ingin mengangkat realitas yang jarang dibicarakan, sekaligus memberi ruang diskusi tentang keberanian menjadi diri sendiri,” ujarnya dalam keterangan pers.
Trailer film yang dirilis melalui akun @jakartaworldcinema pun menuai banyak respons positif.
Akting Maxime Bouttier sebagai Aris dipuji warganet karena dinilai semakin matang dan berani keluar dari zona nyaman.
Lutesha pun dianggap berhasil menggambarkan emosi kompleks seorang perempuan yang terjebak dalam hubungan penuh tekanan.
Bagi penonton yang ingin menyaksikan langsung, Lavender Marriage dijadwalkan tayang pada Kamis, 2 Oktober 2025 pukul 18.40 WIB di CGV Grand Indonesia, Jakarta.
Film berdurasi sekitar 1 jam 21 menit ini masuk kategori 17+ dan menjadi salah satu sesi yang paling dinanti dalam festival.
Selain Lavender Marriage, sejumlah film nasional lain juga ikut diputar di JWC 2025.
Kehadiran karya lokal ini diharapkan dapat memperkuat posisi film Indonesia di kancah internasional.
Gelar Jakarta World Cinema sendiri sudah berlangsung sejak 2019 dan menjadi salah satu agenda budaya tahunan yang ditunggu-tunggu.
Tahun ini, panitia menargetkan ribuan penonton hadir, baik dari kalangan pecinta film maupun masyarakat umum.
Dengan tema keberagaman cerita, JWC 2025 diharapkan tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang refleksi bagi penonton tentang realitas sosial yang seringkali tersembunyi di balik layar. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni