Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Viral Penayangan Video Prabowo di Bioskop, XXI dan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Buka Suara

M Robit Bilhaq • Selasa, 16 September 2025 | 04:00 WIB
Penayangan video Presiden Prabowo di bioskop
Penayangan video Presiden Prabowo di bioskop

RADARTUBAN - Jaringan bioskop Cinema XXI memberikan tanggapannya terkait dengan tayangan video program kabinet Prabowo Subianto sebelum film pemutaran di bioskop.

Video pemutaran program kabinet Prabowo Subianto tersebut menjadi viral di media sosial dan mendapat perhatian dari para netizen.

Cinema XXI menjelaskan bahwa video tersebut adalah termasuk bagian dari iklan layanan masyarakat.

Mereka menayangkan video itu karena menyediakan ruang untuk menyampaikan informasi publik melalui layar lebar.

"Terkait hal ini yang dapat kami sampaikan bahwa Cinema XXI menyediakan ruang bagi penyampaian informasi publik dari pemerintah, dalam bentuk iklan layanan masyarakat (ILM)," penjelasan dari Corporate Secretary Cinema XXI Indah Tri Wahyuni dalam keterangan resmi, Senin (15/9).

XXI atau jaringan bioskop terbesar di Indonesia ini memastikan video kinerja kabinet Prabowo-Gibran hanya dilakukan penayangan selama satu minggu, dengan jangka waktu pemutaran yang telah selesai karena berlangsung pada 9 hingga 14 September.

Terlihat dari beberapa warganet membagikan video tersebut hingga menjadi viral di media sosial. 

Mereka juga merekam penayangan itu dan mengunggahnya ke internet, sehingga menimbulkan perbincangan para warganet semakin ramai.

"Ada pun penayangan materi seputar kinerja sosial kabinet Presiden Prabowo merupakan ILM yang ditayangkan selama satu minggu, yakni 9-14 September 2025," ujar Indah Tri Wahyuni.

Dari video-video yang telah beredar di dunia maya, ILM tersebut menampilkan cuplikan beberapa program Prabowo, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, hingga Sekolah Rakyat.

Program-program prioritas tersebut ditampilkan sambil menunjukkan capaian masing-masing, seperti 21,7 juta ton total produksi beras nasional hingga Agustus 2025 dan 5.800 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah beroperasi.

Hasan Nasbi, selaku Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), kemudian memberikan tanggapannya terkait video yang viral di media sosial.

Hasan menjelaskan bahwa layar bioskop tidak ada bedanya dengan televisi, karena di layar bioskop juga bisa digunakan untuk menampilkan iklan, termasuk iklan komersial atau yang tidak komersial.

"Kalau pesan komersial saja boleh, kenapa pesan dari pemerintah dan presiden enggak boleh," ujarnya kepada wartawan lewat pesan singkat, Minggu (14/9).

"Pemerintah mau sosialisasi ke seluruh rakyat Indonesia tentang apa yg dikerjakan oleh pemerintah. Agar masyarakat paham banyak hal sudah dikerjakan oleh pemerintah," jelas Hasan Hasbi.

Selain itu,Hasan juga menjelaskan bahwa video iklan layanan masyarakat tersebut ditayangkan saat bioskop sedang menyediakan waktu khusus sebelum pemutaran film, seperti halnya iklan komersial yang lain.

Meski demikian, Hasan menyatakan bahwa kerja sama antara PCO dengan berbagai pihak terkait hingga saat ini tidak sama sekali menghabiskan biaya apa pun.

"Kuncinya komunikasi yang baik dengan berbagai kelompok masyarakat yang ingin mendukung sosialisasi capaian-capaian pemerintah," katanya. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#iklan komersial #PCO #bioskop #cinema xxi #prabowo subianto