Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Duka Mendalam di Tesso Nilo, Anak Gajah Sumatra Bernama Tari Meninggal Dunia Akibat Serangan Virus Mematikan EEHV

Dyah Ayu Oktiara Putri • Selasa, 16 September 2025 | 21:30 WIB
Potret Tari, anak gajah Sumatra yang meninggal di Taman Nasional Tesso Nillo
Potret Tari, anak gajah Sumatra yang meninggal di Taman Nasional Tesso Nillo

RADARTUBAN - Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) akhirnya mengungkap penyebab kematian anak gajah Sumatra bernama Kalistha Lestari atau Tari.

Melalui unggahan instagram-nya, Senin, (15/9) unggahan tersebut menunjukan hasil pemeriksaan laboratorium gajah betina berusia dua tahun itu positif terinfeksi Elephant Endotheliotropic Herpes Virus (EEHV).

"Dengan rasa duka yang mendalam, Balai Taman Nasional Tesso Nilo menyampaikan hasil pemeriksaan laboratorium terkait penyebab kematian anak gajah binaan kami, Kalistha Lestari (Tari). Berdasarkan hasil uji laboratorium yang telah dilakukan oleh tim berwenang, Tari dinyatakan positif terinfeksi Elephant Endotheliotropic Herpes Viruses (EEHV). Pada kasus Tari, virus ini menyerang organ hati," ungkap pihak balai, mengutip dari instagram @btn_tessonilo.

Pihak Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) juga menuliskan penjelasan virus yang menyerang Tari, si anak gajah, "EEHV merupakan jenis virus herpes yang khusus menyerang gajah, terutama anak gajah. Penyakit ini dikenal mematikan karena perkembangannya sangat cepat dan sulit ditangani. Penting untuk dipahami bersama, virus ini hanya menular antar gajah dan tidak ada pengaruh dari pengunjung maupun interaksi manusia."

Dalam laman instagram resmi-nya Balai TNTN juga menjelaskan, meskipun tim Elephants Flying Squad sudah memberikan perawatan intensif, perkembangan penyakit EEHV yang sangat cepat membuat Tari tidak dapat diselamatkan.

"Tim Elephants Flying Squad dan para mahout telah berupaya maksimal memberikan perawatan terbaik. Namun, takdir berkata lain. Kehilangan Tari menjadi duka besar bagi kami semua."

Sebelumnya, Tari ditemukan mati pada Rabu (10/9) pagi. Menurut laporan mahout, sehari sebelumnya kondisi Tari terlihat sehat, aktif, serta masih mau makan dan bermain.

Tidak ada tanda-tanda kelemahan maupun trauma fisik sebelum kematiannya.

Balai TNTN juga memaparkan saat pertama kali ditemukan perut Tari sedikit membengkak, meski tidak ada luka luar.

Sampel organ tubuh kemudian dikirim ke laboratorium di Bogor untuk memastikan penyebab kematian.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui virus EEHV menyerang hati Tari hingga menimbulkan kegagalan organ.

"Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak adanya luka atau trauma pada tubuh. Namun, perut terlihat sedikit menggembung. Untuk memastikan penyebab kematian, dokter melakukan tindakan nekropsi (bedah bangkai) dan mengambil sampel organ untuk pemeriksaan laboratorium."

"Sampel tersebut akan dikirim ke Bogor untuk analisis lebih lanjut. Balai Taman Nasional Tesso Nilo berkomitmen untuk menunggu hasil pemeriksaan laboratorium sebagai dasar ilmiah dalam mengetahui penyebab kematian Tari. Hasil resmi akan disampaikan setelah proses analisis selesai."

Tari lahir pada 31 Agustus 2023 dan baru saja merayakan ulang tahunnya yang kedua.

Kehilangan ini menjadi duka mendalam bagi para mahout yang merawatnya sejak lahir.

Balai TNTN berharap kasus tersebut menjadi pengingat pentingnya pemantauan kesehatan satwa, khususnya gajah Sumatra yang berstatus terancam punah.

"Kami mengucapkan terima kasih atas doa, perhatian, dan kepedulian teman-teman semua terhadap Tari. Semoga kepergian Tari menjadi pengingat pentingnya upaya bersama dalam menjaga dan melindungi satwa liar, khususnya gajah sumatra yang saat ini keberadaannya kian terancam."

"Mari terus bersama menjaga kelestarian hutan dan satwa di dalamnya," pungkas Balai TNTN. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#tari #anak gajah #Virus EEHV #Balai Taman Nasional Tesso Nilo #Balai TNTN