Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Selandia Baru Tawarkan Teknologi Pertanian untuk Perkuat Ketahanan Pangan Jatim

Bihan Mokodompit • Rabu, 17 September 2025 | 17:10 WIB

Ilustrasi kerjasama Indonesia dan New Zealand di bidang pertanian
Ilustrasi kerjasama Indonesia dan New Zealand di bidang pertanian

RADARTUBAN – Selandia Baru membuka peluang kerja sama dengan Jawa Timur dalam bidang ketahanan pangan.

Melansir dari laman kominfo.jatimprov.go.id, dalam kunjungan resmi ke Graha Kadin Jatim, Senin (15/9), Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, YM Philip Taula, menegaskan bahwa teknologi pertanian dan peternakan modern yang dimiliki negaranya dapat mendukung peningkatan produktivitas di Jawa Timur.

Ketahanan pangan menjadi isu penting karena meskipun Jawa Timur tercatat surplus di sejumlah komoditas, masih ada tantangan terkait teknologi.

Dengan adanya kerja sama transfer teknologi pertanian, peluang untuk meningkatkan hasil panen sekaligus memperkuat daya saing produk lokal dinilai semakin terbuka.

Baca Juga: Dari 328 Koperasi Desa Merah Putih di Tuban, Baru Lima yang Siap Beroperasi dengan Usaha Sembako hingga Pertanian

Surplus Pangan tapi Terkendala Teknologi

Ketua Umum Kadin Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, menegaskan bahwa provinsi ini menjadi lumbung pangan nasional dengan komoditas tanaman pangan, hortikultura, daging, dan buah-buahan yang berlimpah.

Namun, ia mengakui masih ada keterbatasan dalam pemanfaatan teknologi pertanian modern.

“Kami berharap Selandia Baru dapat menjadi mitra dalam transfer teknologi untuk meningkatkan produktivitas petani,” kata Adik Dwi Putranto.

Menurutnya, penguasaan teknologi menjadi kunci untuk memastikan ketahanan pangan di Jawa Timur lebih terjamin ke depannya.

Peluang Kerja Sama Bidang Pertanian

Philip Taula menegaskan bahwa Selandia Baru memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan sektor pertanian.

“Banyak bidang ekonomi yang berpotensi dikembangkan bersama, seperti riset di sektor pertanian dan peternakan, serta ekspor produk furniture dan lain sebagainya,” ujarnya.

Selain produk olahan, Selandia Baru juga mengekspor susu ke Indonesia karena kebutuhan dalam negeri belum sepenuhnya terpenuhi.

Produk lain seperti apel, kiwi, dan bawang juga memiliki peluang untuk diperluas.

Dalam konteks Jawa Timur, kerja sama di bidang pertanian menjadi pintu masuk yang penting karena provinsi ini dikenal sebagai pusat produksi pangan.

Sinergi Jatim dan Selandia Baru untuk Pangan Berkelanjutan

Kerja sama di bidang ketahanan pangan bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga menyangkut hajat hidup orang banyak.

Dengan dukungan teknologi pertanian modern dari Selandia Baru, Jawa Timur dapat meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga stabilitas harga pangan.

Adik menegaskan bahwa Jawa Timur sebagai hub perdagangan untuk 16 provinsi di Indonesia memiliki posisi strategis dalam memperkuat hubungan bilateral.

“Kami adalah hub untuk 16 provinsi di Indonesia, sehingga posisi Jatim sangat strategis,” jelasnya.

Langkah ini dipandang tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga membuka akses pasar baru bagi produk pertanian Jawa Timur ke Selandia Baru maupun negara lain.

Sinergi ini diharapkan dapat menghadirkan manfaat nyata bagi petani, pelaku usaha, hingga masyarakat luas. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#ketahanan pangan #transfer teknologi pertanian #pertanian #Jawa Timur #selandia baru