RADARTUBAN – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali bikin senyum investor mekar pagi ini.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis namun mantap di level 8.046,608 atau naik 21,429 poin (0,27 persen) pada perdagangan sesi 1 hari ini.
Meski pergerakan sempat tersengal dan sempat menyentuh level rendah 8.005,596, IHSG akhirnya mampu balik arah dan menutup perdagangan di zona hijau.
Perdagangan berlangsung dinamis sejak pembukaan di 8.065,743.
Setelah sempat terkoreksi tajam menjelang sesi siang, IHSG berhasil rebound dan bahkan menyentuh level tertinggi harian di 8.068,009 sebelum akhirnya terkunci di level penutupan.
Data RTI Business mencatat, 25,71 miliar saham berpindah tangan dengan nilai transaksi fantastis mencapai Rp 11,09 triliun.
Aktivitas perdagangan juga terbilang padat dengan 1,41 juta kali transaksi.
Meski indeks menguat, menariknya justru jumlah saham yang turun lebih banyak (353 emiten) dibanding yang naik (303 emiten), dengan 143 saham stagnan.
Pasar Masih Dibayangi Ketidakpastian
Kapitalisasi pasar BEI kini mencapai Rp 14.650,43 triliun, semakin menegaskan dominasi pasar modal sebagai barometer utama ekonomi nasional. Namun, analis mengingatkan agar euforia tidak kebablasan.
“Kenaikan tipis IHSG hari ini lebih disebabkan rebound teknikal, bukan fundamental yang kuat. Investor sebaiknya tetap waspada terhadap rilis data inflasi dan kebijakan suku bunga global pekan ini,” tegas salah satu analis pasar modal di Jakarta.
Pergerakan IHSG hari ini menunjukkan pasar masih dibayangi ketidakpastian, namun kekuatan pembeli (buyer) cukup solid menahan indeks dari koreksi lebih dalam.
Investor domestik kembali menjadi motor penggerak di tengah aksi wait and see investor asing. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni