RADARTUBAN - Dua bibit siklon tropis terpantau lahir di Laut Filipina dan langsung bikin waswas.
BMKG resmi mengibarkan peringatan cuaca ekstrem karena 99W dan 90W berpotensi memicu hujan lebat, badai, hingga gelombang tinggi di sejumlah wilayah Indonesia. Jangan lengah—pesisir Jawa, termasuk Tuban, bisa ikut kena imbasnya.
BMKG mendeteksi Bibit Siklon 99W sejak 15 September 2025 pukul 13.00 WIB di Laut Filipina Timur dengan tekanan udara sekitar 1006 hPa dan kecepatan angin maksimum ± 30 knot.
Tidak lama berselang, Bibit Siklon 90W muncul pada 16 September 2025 pukul 19.00 WIB di lokasi yang sama.
Meski lebih lemah, 90W tetap berpotensi berkembang menjadi badai tropis dalam waktu 72 jam ke depan.
“Dua bibit siklon ini memberi dampak signifikan terhadap cuaca di wilayah Indonesia bagian timur. Masyarakat perlu waspada terhadap potensi hujan deras disertai angin kencang,” tegas Guswanto, Deputi Bidang Meteorologi BMKG.
Wilayah Paling Rawan Terdampak
Dampak 99W terasa di Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, dan Laut Natuna Utara.
Sementara 90W mengintai wilayah Maluku Utara, Papua Barat Daya, dan Papua Barat.
BMKG memprediksi kombinasi dua bibit ini akan meningkatkan potensi cuaca ekstrem di kawasan pesisir dan kepulauan kecil.
Efek Domino: Dari Laut Hingga Darat
Dampak yang diantisipasi meliputi cuaca ekstrem berupa hujan lebat, badai lokal, hingga petir yang bisa memicu pohon tumbang dan listrik padam.
Gelombang tinggi: risiko terbesar untuk nelayan dan kapal kecil.
Juga, ancaman banjir dan longsor: terutama di daerah dengan topografi curam dan drainase buruk.
BMKG mengimbau warga mengamankan barang-barang ringan yang mudah terbawa angin, mengecek kondisi rumah, dan terus memantau update cuaca resmi.
Perkembangan 24–72 Jam ke Depan
Menurut BMKG, 99W punya peluang lebih besar berkembang menjadi siklon tropis aktif bila terus mendapat suplai panas dari permukaan laut.
Dalam 1–3 hari mendatang, kawasan Laut Filipina bisa menjadi “dapur” pembentuk badai yang berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran hingga rantai logistik.
Bagaimana Dampaknya ke Tuban?
Walau jauh dari pusat badai, Tuban tetap harus siaga. Gelombang laut di pantai utara Jawa bisa meninggi mendadak.
Hujan lebat disertai angin juga bisa terjadi terutama sore hingga malam hari.
Untuk itu, warga khususnya nelayan perlu memperhatikan jadwal melaut dan mengamankan peralatan.
Fenomena 99W dan 90W bukan sekadar “peta cuaca” – ini alarm nyata. BMKG mendorong masyarakat pesisir untuk tidak panik tapi siaga.
BMKG mengharapkan warga memantau informasi cuaca dari BMKG setiap 3–6 jam.
Juga, siapkan rencana darurat jika hujan ekstrem atau angin kencang terjadi.
Dan, hentikan aktivitas laut jika peringatan dini gelombang tinggi diumumkan. (*)
Editor : Amin Fauzie