RADARTUBAN - Bima Permana Putra, 29 dan Eko Purnomo, 38 yang sempat dilaporkan hilang setelah aksi demonstrasi di Jakarta akhirnya menampakkan diri.
Keduanya hadir dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, pada Kamis (18/9) untuk meminta maaf karena telah membuat keluarga cemas sekaligus memicu kegaduhan di tengah masyarakat.
Bima dan Eko mengaku menyesal meninggalkan rumah tanpa pamit.
“Nama saya Bima Permana Putra. Ingin memohon maaf sebesar-besarnya terutama buat orang tua saya dan kakak saya karena telah pergi meninggalkan rumah tanpa kabar, tanpa pamit,” ucap Bima saat konferensi pers di Polda Metro Jaya.
Bima juga meminta maaf atas ramainya pemberitaan mengenai dirinya di media sosial.
“Saya ingin memohon maaf atas kegaduhan yang telah terjadi di media sosial selama ini,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Eko Purnomo, lelaki itu mengaku kepergiannya tanpa kabar lantaran telepon genggamnya mati.
“Pertama saya mohon maaf untuk ibu saya karena sudah membuatnya khawatir. Saya pergi tanpa memberi kabar, handphone saya mati, jadi tidak pamit,” tutur Eko.
Lelaki 38 tahun tersebut juga berterima kasih kepada pihak kepolisian dan semua pihak yang membantu keluarganya.
“Terima kasih kepada pihak Polda karena telah membantu ibu saya mencari saya, serta teman-teman yang sudah menjaga ibu saya,” imbuhnya.
Keluarga yang ikut hadir dalam konferensi pers itu mengaku bersyukur keduanya ditemukan dalam kondisi yang sehat.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Polda Metro Jaya, khususnya tim yang sudah membantu mencari keberadaan Bima dan berhasil menemukan dalam kondisi sehat dan selamat,” ucap Ryan, kakak Bima.
Sarwiti, Ibu Eko juga menyampaikan rasa syukur serupa kepada pihak kepolisian.
“Terima kasih banyak kepada Bapak Kapolda Metro Jaya dan tim yang sudah menemukan anak saya dalam keadaan sehat walafiat," ujar Ibu Eko.
Dalam konferensi pers tersebut, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra menjelaskan, Bima ditemukan di Malang, Jawa Timur. Ia sempat menjual motor, menginap di hotel, lalu berjualan mainan barongsai kecil di depan kelenteng.
Sedangkan Eko ditemukan tim Reserse Siber di Kalimantan Tengah. Saat itu, ia bekerja di kapal penangkap ikan.
Wira juga memaparkan alasan kedua lelaki tersebut pergi tanpa pamit.
“Alasan mereka pergi karena ingin hidup mandiri,” ungkap Wira.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Brigjen Ade Ary Syam Indradi menambahkan, keduanya tidak ada kaitannya dengan aksi unjuk rasa di Jakarta.
“Eko sempat menonton aksi di Kwitang, tapi tidak terlibat. Sedangkan Bima sama sekali tidak ada kaitannya dengan kegiatan tersebut,” tegas Ade. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni