RADARTUBAN – Kabar duka datang dari keluarga besar Presiden pertama RI, Soekarno.
Yurike Sanger, istri ke-7 sang proklamator, menghembuskan napas terakhir di usia 81 tahun setelah berjuang melawan penyakit kanker payudara.
Disampaikan Langsung oleh Putra Tercinta
Kabar kepergian Yurike disampaikan putranya, Yudhi Sanger, melalui akun Instagram pribadinya.
Ia menyebut sang ibunda wafat setelah mendapat perawatan intensif di San Gorgonio Memorial Hospital, California, Amerika Serikat.
“Meninggal dunia Ibu Yurike Sanger di San Gorgonio Memorial Hospital, California, USA, di usia 81 tahun,” tulis Yudhi.
Dalam unggahannya, Yudhi juga menuliskan pesan penuh cinta yang mengisyaratkan kelegaan karena sang ibu telah terbebas dari penderitaan panjang akibat sakit.
Kisah Cinta dengan Sang Proklamator
Yurike Sanger lahir pada 1945 di Ploso, Sulawesi Selatan. Ayahnya keturunan Jerman, sementara ibunya berdarah Manado.
Baca Juga: Jepang Sanksi Dewi Soekarno Denda Rp 3,03 Miliar, Kasus Apa? Ini Penyebabnya
Pertemuannya dengan Soekarno terjadi pada 1963, ketika ia masih berstatus pelajar.
Setahun kemudian, tepatnya pada 6 Agustus 1964, Yurike yang kala itu berusia 19 tahun dipersunting oleh Soekarno yang berusia 63 tahun.
Pernikahan tersebut berlangsung di tengah situasi politik nasional yang penuh gejolak, dan kehadiran Yurike disebut menjadi penenang bagi Soekarno.
Status Pernikahan Hingga Akhir Hayat
Tidak ada catatan resmi yang menyebutkan keduanya pernah bercerai. Artinya, hingga akhir hayatnya, Yurike Sanger masih berstatus sebagai istri sah Soekarno.
Warisan Kisah Sejarah
Kehidupan pribadi Soekarno memang kerap menjadi sorotan publik, termasuk kisah rumah tangganya. Kehadiran Yurike sebagai bagian dari sejarah perjalanan hidup proklamator menambah warna dalam jejak panjang kehidupan Presiden pertama RI tersebut. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni