RADARTUBAN- Dewan Kesenian Sidoarjo (Dekesda) telah menyiapkan ruang baru bagi masyarakat sekitar Sidoarjo untuk mengetahui budaya Sidoarjo.
Ruang baru tersebut adalah Museum Seni Budaya Naratoma, yang rencananya akan diresmikan pada bulan September ini.
Museum yang nantinya tidak hanya menyimpan artefak dan replika warisan budaya tersebut terletak di Jalan Erlangga 7, Sidoarjo, di kompleks Dekesda.
“Museum ini kami rancang sebagai sarana pembelajaran luar ruang (out door learning), dengan target utama pelajar, mahasiswa, dan masyarakat yang ingin memahami seni budaya khas Sidoarjo,” ujar Ketua Dekesda, Ribut Wiyoto.
Museum Naratoma nantinya akan banyak menghadirkan replika koleksi mengenai identitas seni budaya Sidoarjo.
Baik yang telah tercatat dalam Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) maupun koleksi non-WBTB yang tetap hidup dalam memori kolektif masyarakat hingga saat ini.
Koleksi WBTB diantaranya adalah Rias Pengantin Putri Jenggala, Reog Cemandi yang masing-masing akan menelusur pada asal-usil lintas sejarah Sidoarjo.
Koleksi non-WBTB diantaranya adalah Wayang Kulit Gagrag Porongan, Penari Remo Munali Patah tahun 1960, Udeng Pacul Gowang, serta beberapa tarian tradisional Sidoarjo antara lain Tari Banjar Kemuning, Tari Buri Bandeng, hingga Tari Keris Ronjot.
Mengutip dari kempalan.com pembangunan Museum Naratoma mendapatkan beberapa sumbangan diantaranya dari dosen Umsida sebesar Rp 10 juta, internal Dekesda sebesar Rp 1,5 juta, komunitas Seni Rp 500 ribu (didapatkan dari hasil penggalangan), serta bantuan dari Puti Guntur Soekarno, anggota DPR RI komisi X, sebesar Rp 3 juta.
Puti Guntur Soekarno memang sempat meninjau langsung Dekesda Sidoarjo pada Jumat (12/9).
Dalam sambutannya ia mengatakan bahwa Indonesia tidak hanya kaya akan emas, batu bara, dan gas alam. Namun juga kaya dengan seni budayanya.
“Indonesia bukan hanya kaya akan emas, batu bara, dan gas alam. Negeri ini juga menyimpan kekayaan yang tak bisa dikuras habis yakni seni budaya,” tuturnya.(*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni