RADARTUBAN- Melalui Pusat Asesmen Pendidikan di bawah naungan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah kini resmi membuka pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menghadirkan proses asesmen yang lebih adil, terukur, dan sesuai dengan standar pendidikan nasional.
Tes kompetensi ini dirancang sebagai salah satu alat penting untuk melihat sejauh mana calon mahasiswa menguasai kemampuan dasar sebelum melangkah ke jenjang perguruan tinggi.
Tes Kemampuan Akademik (TKA) ini bukan sekadar soal benar atau salah.
Tes ini dirancang untuk melihat bagaimana kamu berpikir seberapa tajam kamu menganalisis, menyelesaikan masalah, dan memahami hal-hal penting seperti membaca, berhitung, dan berpikir secara ilmiah
Lewat tes ini, siswa tidak hanya menunjukkan seberapa banyak yang mereka tahu, tapi juga seberapa siap mereka menghadapi tantangan belajar di jenjang yang lebih tinggi.
Mulai 24 Agustus hingga 5 Oktober 2025, pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) resmi dibuka.
Setiap satuan pendidikan bisa langsung melakukan registrasi melalui laman tka.kemendikdasmen.go.id.
Satuan pendidikan sangat dianjurkan untuk segera melengkapi semua persyaratan sejak awal.
Dengan begitu, ada cukup waktu untuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan tenang dan lebih matang, tanpa terburu-buru menjelang batas akhir.
Tes Kemampuan Akademik (TKA) punya peran penting, bukan hanya bagi peserta didik yang mengikutinya.
Guru, sekolah, orang tua, dinas pendidikan, bahkan instansi terkait lainnya juga bisa memanfaatkan hasil TKA untuk memahami potensi, merancang strategi pembelajaran, dan mengambil keputusan yang lebih tepat.
TKA jadi ajang latihan keterampilan berpikir tingkat tinggi—seperti menganalisis, menyusun argumen, dan memecahkan masalah.
Kemampuan-kemampuan ini sangat berguna, bukan cuma saat kuliah nanti, tapi juga saat terjun ke dunia kerja yang menuntut ketajaman berpikir dan pengambilan keputusan yang cermat.
Lebih dari itu, TKA juga membantu memetakan minat dan potensi siswa secara lebih menyeluruh.
Dengan begitu, pendekatan belajar bisa disesuaikan lebih personal, lebih relevan, dan lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan masing-masing peserta didik.
Di Provinsi Gorontalo, pendekatan sosialisasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) dilakukan dengan cara yang unik dan kolaboratif.
Pemerintah daerah menggelar rapat koordinasi bersama berbagai elemen pendidikan di wilayahnya mulai dari dinas, sekolah, hingga para pendidik.
Antusiasme dari berbagai daerah dalam menyambut pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) menunjukkan satu hal penting: ada semangat kolektif untuk mendorong asesmen pendidikan yang lebih bermutu di Indonesia. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni