RADARTUBAN - Kota Surabaya di dalamnya terdapat 37,54 persen penduduk yang belum memiliki rumah sendiri.
Mereka tinggal dengan status kontrak, sewa, bebas sewa, maupun menempati rumah dinas.
Angka 37,54 persen tersebut dikabarkan dalam hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2024 yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya.
Dr. Arrief Chandra Setiawan, selaku Kepala BPS Kota Surabaya, menjelaskan bahwa dari hasil survei tersebut menunjukkan bahwa, terdapat sebanyak 62,46 persen rumah tangga di Kota Surabaya sudah memiliki rumah pribadi.
Sisanya, sekitar 37,54 persen, masih bergantung pada kontrak, sewa, atau menumpang di rumah keluarga.
"Bahkan ada yang masuk dalam kelompok lain, seperti tinggal di rumah dinas atau di area nonperumahan," kata dia.
Survei tersebut dilakukan tepatnya pada bulan Maret 2024 yang melibatkan 1.310 rumah tangga dengan sampel yang disebarkan di seluruh kecamatan di Surabaya yang jumlahnya 31.
Arrief juga menegaskan bahwa hasil survei ini berdasarkan sampling.
"Tapi secara metodologi sudah mewakili semua kelompok rumah tangga, baik dari segi sosial maupun ekonomi," ujarnya.
Selain itu Arrief menambahkan, untuk data survei yang terbaru atau tahun 2025 saat ini masih dalam proses pengolahan.
Untuk survei yang tahun ini juga dilaksanakan pada Maret lalu. Namun, untuk hasil survei hasil akhirnya akan diumumkan awal Desember mendatang.
"Untuk sekarang, rujukan sementara masih menggunakan data Susenas 2024," tambahnya.
Temuan data dari BPS ini nantinya akan menjadi catatan penting bagi pemerintah dan pelaku kebijakan, karena salah satu yang menjadi indikator.
Apalagi Surabaya dikenal sebagai kota yang menjadi tujuan urbanisasi yang menyebabkan pada setiap tahunnya kebutuhan tempat tinggal akan terus meningkat. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama