RADARTUBAN – Indonesia bersiap menghadapi cuaca ekstrem! Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini untuk periode 22–24 September 2025.
Hujan sedang hingga lebat diprediksi mengguyur banyak provinsi, disertai potensi angin kencang di sejumlah wilayah.
Jika tidak diantisipasi, ancaman banjir, longsor, hingga gangguan aktivitas masyarakat dikhawatirkan meluas.
“Ini momentum penting bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan,” tegas BMKG dalam keterangan resminya.
Pola Cuaca 3 Hari ke Depan
Hujan lebat berpotensi turun di Aceh, Bengkulu, dan Maluku yang diprediksi basah sepanjang periode.
Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur ikut masuk daftar waspada, bahkan di beberapa titik diperkirakan disertai angin kencang yang bisa memperparah risiko pohon tumbang dan kerusakan fasilitas umum.
Kalimantan juga tak luput. Wilayah Sambas, Kapuas Hulu, dan Sintang (Kalbar) diproyeksikan diguyur hujan lebat terutama pada hari kedua dan ketiga.
Sementara Kalimantan Utara, Timur, dan Tengah diperkirakan mengalami hujan deras di beberapa hari.
Papua dan Papua Pegunungan justru menghadapi ancaman paling serius, dengan hujan sangat lebat yang bisa memicu banjir bandang.
Ancaman yang Mengintai
Selain hujan, BMKG mengingatkan potensi angin kencang di Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur.
Fenomena ini bisa menimbulkan kerusakan atap rumah, reklame roboh, hingga jaringan listrik terganggu.
Tak hanya itu, BMKG mengimbau masyarakat memantau kualitas udara, khususnya bagi warga kota besar atau daerah dekat kebakaran hutan.
Polusi udara PM2.5 dapat menembus level “Tidak Sehat” bahkan “Berbahaya” di beberapa wilayah.
Untuk ancaman tektonik, BMKG memastikan tidak ada peringatan tsunami yang aktif untuk periode ini.
Namun, kewaspadaan terhadap gempa tetap diperlukan mengingat Indonesia berada di wilayah cincin api.
Langkah Mitigasi dan Kesiapsiagaan
BMKG merekomendasikan pembersihan saluran air dan drainase segera dilakukan.
Pemerintah daerah diminta memastikan infrastruktur tanggap darurat siap siaga, termasuk posko banjir dan logistik.
Masyarakat juga diimbau tidak memaksakan aktivitas luar ruangan saat hujan lebat disertai petir, dan segera mencari tempat aman jika berada di dekat lereng atau tebing rawan longsor.
Dokumen penting dan barang berharga sebaiknya diamankan, dan jalur evakuasi harus dipastikan jelas.
Alarm Kesiapsiagaan
Peringatan dini ini menjadi sinyal serius. Tanpa langkah konkret, dampak sosial dan ekonomi bisa menggerus keseharian masyarakat.
“Jangan hanya waspada di atas kertas. Pastikan sirene bahaya ini diterjemahkan dalam aksi nyata,” tegas BMKG. (*)
Editor : Amin Fauzie