Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Bikin Kaget! 5 Ilmuwan PTKIN Tembus Daftar Top 2% Dunia, Stanford–Elsevier Angkat Jempol. Siapa Saja Mereka?

Tulus Widodo • Selasa, 23 September 2025 | 02:02 WIB
Lima ilmuwan PTKIN tembus daftar elite Stanford–Elsevier 2025
Lima ilmuwan PTKIN tembus daftar elite Stanford–Elsevier 2025

RADARTUBAN – Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) kian tak bisa dipandang sebelah mata.

Lima ilmuwan PTKIN sukses menembus daftar “Top 2% Scientist Worldwide 2025” versi Stanford–Elsevier, sebuah pemeringkatan prestisius berbasis data sitasi global.

Capaian ini jadi lonjakan luar biasa. Jika pada 2023 dan 2024 hanya ada satu nama yang nongol, kini langsung lima nama sekaligus.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amin Suyitno, menyebut ini bukti nyata transformasi PTKIN tak hanya fokus pada moderasi beragama, tapi juga mencetak riset kelas dunia.

“Masuknya lima nama dari PTKIN pada daftar Top 2% Stanford–Elsevier tidak hanya membanggakan, tetapi juga menegaskan transformasi mutu, budaya publikasi bereputasi, dan kolaborasi internasional kita berjalan di jalur yang tepat,” tegas Amin dikutip dari laman resmi kemenag.go.id, Senin (22/9).

Baca Juga: Kuota PMB PTKIN 2025 Mencapai 165 Ribu, Cek Tanggal dan Jalur Masuk Seleksi

Siapa Saja Mereka?

Berdasarkan rilis Stanford–Elsevier yang terbit 19 September 2025, inilah lima nama yang mengharumkan PTKIN:

1. Prof. Maila Dinia Husni Rahiem – UIN Syarif Hidayatullah Jakarta – Education; Artificial Intelligence & Image Processing.

2. Prof. Muhammad Siddiq Armia – UIN Ar-Raniry Banda Aceh – Law; Education.

3. Prof. Saiful Mujani – UIN Syarif Hidayatullah Jakarta – History; International Relations.

4. Prof. Mursyid Djawas – UIN Ar-Raniry Banda Aceh – History; Historical Studies.

5. Dr. Habibis Saleh – UIN Sultan Syarif Kasim Riau – Mechanical Engineering & Transports; Energy.

Khusus Prof. Maila Dinia, ini adalah hattrick! Tiga tahun berturut-turut (2023, 2024, 2025) ia mempertahankan posisi di daftar elite ilmuwan dunia.

Bukan Sekadar Nama di Daftar

Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Arskal Salim menegaskan, capaian ini hasil kerja panjang, bukan sulap.

“Kami punya research road-map yang jelas, penguatan etika riset, mentoring publikasi, hingga kerja sama dengan penerbit ilmiah. Hasilnya bisa terukur secara global,” ujarnya.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Sahiron bahkan menyebut capaian 2025 ini sebagai “alarm kebangkitan” PTKIN.

“Ini sinyal kuat PTKIN siap berlari lebih jauh. Target kita bukan hanya masuk daftar, tapi memastikan riset memberi dampak nyata bagi bangsa – dari literasi, moderasi beragama, hingga sains terapan,” tandasnya.

Tiga Makna Strategis

Sahiron merinci, capaian ini membawa tiga makna strategis:

Legitimasi internasional – riset PTKIN kini diakui dengan metrik global yang transparan.

Efek pengganda akademik – mendorong dosen dan mahasiswa menulis di jurnal bereputasi, berbagi data, dan berkolaborasi lintas disiplin.

Dampak kebijakan publik – memperkuat kualitas kurikulum, inovasi pengabdian, dan rekomendasi kebijakan berbasis bukti.

PTKIN Bukan Lagi Kampus Pinggiran

Dengan peringkat ini, PTKIN jelas keluar dari stigma “kampus kelas dua”. 209 ilmuwan Indonesia masuk daftar tahun ini, dan lima di antaranya berasal dari kampus agama negeri.

“Kami akan terus perkuat dukungan pendanaan, mentoring, hingga jejaring riset agar dampaknya semakin luas,” tutup Amin. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Elsevier #Stanford #PTKIN #Top 2 persen Scientist Worldwide 2025 #perguruan tinggi keagamaan islam negeri #ilmuwan PTKIN