Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Di Tengah Ancaman Israel, Presiden Prancis akan segera resmi mengakui Palestina

Ika Nur Jannah • Selasa, 23 September 2025 | 03:08 WIB
Potret Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Potret Presiden Prancis Emmanuel Macron.

RADARTUBAN - Presiden Prancis Emmanuel Macron mengambil langkah berani dengan mengumumkan bahwa negaranya akan secara resmi mengakui Palestina sebagai negara pada Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berlangsung di New York, Senin (22/9/2025).

Pengakuan ini akan menjadikan Prancis sebagai salah satu negara anggota Dewan Keamanan PBB pertama yang memberikan pengakuan terhadap negara Palestina.

Keputusan ini juga diikuti oleh sembilan negara lain termasuk Inggris, Kanada, Australia, dan Belgia.

Langkah diplomasi ini bukan sekadar simbolis, melainkan bagian dari upaya konkret untuk mendukung penyelesaian damai yang adil dan berkelanjutan di Timur Tengah.

Menurut Pascal Confavreux dari Kementerian Luar Negeri Prancis, pengakuan ini merupakan bagian dari strategi bersama antara Prancis dan Arab Saudi untuk mendorong pengakuan negara Palestina yang berdaulat.

Namun, keputusan ini menuai reaksi keras dari Israel.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengecam keras, menyebut langkah Prancis sebagai “dukungan terhadap teror” yang membahayakan keamanan Israel.

Netanyahu menganggap negara Palestina yang diakui dalam situasi konflik saat ini dapat menjadi ancaman eksistensial bagi Israel.

Menteri Pertahanan Israel juga menegaskan bahwa Israel tidak akan membiarkan terbentuknya negara Palestina jika hal itu mengancam keamanan nasional.

Israel bahkan mengancam akan mengurangi kerja sama intelijen dengan Prancis dan mempertimbangkan langkah-langkah lainnya sebagai bentuk tekanan.

Di sisi lain, pemerintah Palestina menyambut baik langkah Prancis ini sebagai dukungan kuat terhadap hak rakyat Palestina untuk memiliki negara yang berdaulat dan hidup berdampingan secara damai dengan Israel.

Pengumuman pengakuan ini dilakukan di tengah ketegangan yang masih tinggi pasca-serangan Hamas pada Oktober 2023, dan saat Israel melancarkan operasi militer di Gaza.

Baca Juga: Meski Ada Tekanan Amerika Serikat dan Israel, Inggris Tetap Akui Palestina

Meski mendapat ancaman dari Israel, Prancis tetap bersikeras mengakui pengakuannya sebagai langkah strategis diplomasi dan perdamaian.

Langkah berani Prancis ini dianggap sebagai sinyal penting di panggung internasional, mengingat negara-negara besar pendukung Israel seperti Amerika Serikat dan Inggris masih belum memberikan pengakuan resmi terhadap Palestina.

Pengakuan resmi ini diharapkan dapat membuka jalan bagi solusi dua negara yang selama ini diupayakan sebagai kunci perdamaian abadi di wilayah konflik tersebut. (*) 

 

Editor : radar tuban digital
#Palestina #prancis #pengakuan #pbb #Menteri Pertahanan Israel #keamanan nasional #perdamaian #Israel #presiden prancis #hak rakyat