Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Wow! Bandara Soekarno-Hatta Masuk 3 Terbaik Dunia, Geser Banyak Bandara Kelas Internasional. Apa Saja Keunggulannya?

Tulus Widodo • Selasa, 23 September 2025 | 22:19 WIB
Bandara Soekarno-Hatta Raih Peringkat 3 Dunia Versi Skytrax 2025
Bandara Soekarno-Hatta Raih Peringkat 3 Dunia Versi Skytrax 2025

RADARTUBAN – Indonesia boleh berbangga! Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), yang selama ini kerap jadi sorotan karena masalah antrean dan bagasi, kini justru mencetak sejarah.

Dilansir dari @seasia.stats, dalam daftar terbaru Skytrax Best Airports 2025 untuk kategori bandara dengan lalu lintas 50–60 juta penumpang per tahun, Soetta sukses duduk di posisi tiga besar dunia.

Peringkat ini menempatkan Indonesia sejajar dengan bandara kelas dunia seperti Doha Hamad di Qatar (peringkat 1) dan Hong Kong International Airport (peringkat 2).

Bukan sekadar prestasi, tapi bukti bahwa transformasi layanan dan infrastruktur Soetta mulai diakui dunia.

Dominasi Asia, Barat Terdesak

Selain Soetta, Asia juga mendominasi daftar 10 besar. Bangkok Suvarnabhumi (6) dan Kuala Lumpur International Airport (8) ikut masuk jajaran elit.

Fakta ini mengirim sinyal jelas: poros penerbangan global mulai bergeser ke Asia.

“Jakarta naik peringkat menjadi yang ketiga adalah pencapaian besar, mencerminkan peningkatan pesat Indonesia dalam kualitas layanan dan infrastruktur bandara,” tulis laporan Skytrax.

Bandara Eropa dan Amerika yang biasanya menguasai daftar hanya menyisakan Frankfurt (4), Seattle-Tacoma (5), dan San Francisco (7) di papan atas. Barcelona (9) dan Mumbai (10) melengkapi daftar.

Lompatan Besar Indonesia

Keberhasilan ini tak lepas dari sederet modernisasi yang dilakukan PT Angkasa Pura II dalam dua tahun terakhir: perbaikan terminal, digitalisasi layanan check-in, hingga peningkatan kapasitas parkir pesawat.

Penumpang kini bisa menikmati fasilitas setara hub internasional, mulai dari lounge berstandar global sampai konektivitas transportasi yang lebih cepat ke pusat kota.

“Ini menunjukkan Indonesia tidak lagi hanya jadi pasar penerbangan, tapi juga pemain besar yang mampu bersaing dengan bandara dunia,” ujar seorang pengamat transportasi udara.

Tantangan Masih Besar

Meski begitu, catatan kritis tetap ada. Masalah keterlambatan bagasi, antrean imigrasi saat jam sibuk, serta transportasi publik menuju bandara masih menjadi pekerjaan rumah.

“Kalau ingin bertahan di tiga besar, pelayanan harus konsisten bahkan saat peak season,” tambahnya.

Asia Tenggara Makin Strategis

Skytrax juga mencatat, keberadaan tiga bandara Asia Tenggara di 10 besar menunjukkan kawasan ini menjadi simpul penting jalur penerbangan dunia.

Dengan arus penumpang internasional yang terus tumbuh, kawasan ini diprediksi bakal menjadi “Middle East baru” dalam industri penerbangan global. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Soetta #doha #Indonesia #Skytrax Best Airports 2025 #bandara soekarno-hatta #hong kong