RADARTUBAN – Mikrofon Presiden Prabowo Subianto sempat mati ketika berpidato di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (SMU PBB), Senin (22/9) waktu setempat, di Markas PBB, New York.
Pidato Prabowo yang membahas isu Palestina dan solusi dua negara terhenti setelah ia mengucapkan kalimat, “Kami bersedia menyediakan pasukan perdamaian.”
Aturan PBB Soal Durasi
Menurut Hartyo Harkomoyo, Direktur Informasi dan Media Kemlu RI, insiden itu bukan kesalahan teknis, melainkan aturan prosedural PBB.
Setiap kepala negara hanya diberi waktu lima menit untuk berbicara. Jika melebihi, mikrofon otomatis dimatikan.
“Meski mikrofon dimatikan, pidato Presiden Prabowo masih jelas terdengar oleh para delegasi di Aula Sidang Majelis Umum,” ujar Hartyo, dikutip dari Antara, Selasa (23/9).
Erdogan Juga Alami Hal Sama
Bukan hanya Prabowo, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga mengalami hal serupa.
Saat menyampaikan pidato, mikrofon Erdogan ikut dimatikan karena melebihi alokasi waktu, terutama setelah sempat terhenti akibat sambutan tepuk tangan dari delegasi.
Bahas Solusi Dua Negara
Dalam KTT yang dipimpin Prancis dan Arab Saudi itu, 33 pemimpin delegasi hadir, termasuk Uni Eropa dan Liga Arab.
Mereka menyampaikan pandangan terkait penyelesaian masalah Palestina serta penerapan solusi dua negara yang dinilai menjadi jalan terbaik. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni