Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Indonesia Berkomitmen Jadi Pusat Investasi Hijau Dunia di Ajang Climate Week New York City

Siti Rohmah • Rabu, 24 September 2025 | 16:10 WIB
Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Iklim dan Energi dalam diskusi panel tingkat tinggi Climate Week New York City (NYC) 2025
Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Iklim dan Energi dalam diskusi panel tingkat tinggi Climate Week New York City (NYC) 2025

RADARTUBAN - Utusan Khusus Presiden RI Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, menegaskan komitmen Indonesia untuk menjadi pusat investasi hijau dunia dalam forum Climate Week New York City (NYC) 2025, Amerika Serikat.

“Indonesia berkomitmen mengubah tantangan iklim menjadi peluang pembangunan hijau dan investasi berkelanjutan,” ujar Hashim dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan, dengan populasi lebih dari 285 juta jiwa yang tinggal di kawasan rentan, Indonesia menghadapi ancaman nyata dari dampak perubahan iklim, seperti kenaikan permukaan laut, curah hujan ekstrem, dan kebakaran hutan.

“Bagi Indonesia, perubahan iklim bukan ancaman masa depan, melainkan realitas sehari-hari. Kepemimpinan berarti berani menghadapi tantangan itu secara langsung,” kata Hashim.

Indonesia menargetkan pencapaian emisi nol bersih (net zero emission) pada 2060 atau lebih cepat. Strategi transisi energi diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hijau, menciptakan lapangan kerja, serta menurunkan emisi.

Upaya ini dilakukan secara bertahap, adil, dan terukur, termasuk dalam pengurangan penggunaan batu bara.

Melalui skema Just Energy Transition Partnership (JETP), Indonesia menggalang dukungan pendanaan internasional guna mempercepat pengembangan energi terbarukan dan memperkuat jaringan listrik nasional.

Selain itu, pemerintah menyiapkan program reforestasi seluas 12 juta hektare dengan pola multi-spesies, termasuk tanaman buah, untuk memulihkan keanekaragaman hayati serta habitat satwa.

Indonesia juga mendorong pembentukan bursa karbon nasional guna menjadikan kekayaan alam sebagai nilai ekonomi sekaligus membuka peluang kerja sama global.

Langkah konkret lainnya meliputi program elektrifikasi 103 gigawatt dengan 75 persen berbasis energi terbarukan, pengembangan regulasi pasar karbon sukarela, penerapan teknologi carbon capture, utilisation, and storage (CCUS), hingga solusi karbon biru melalui pemanfaatan ekosistem rumput laut.

“Indonesia siap memimpin, siap berkolaborasi, dan siap berinvestasi dalam solusi iklim. Aksi iklim bagi kami bukan sekadar kewajiban, tetapi peluang emas untuk menciptakan kemakmuran bangsa sekaligus kontribusi nyata bagi dunia,” tegas Hashim.(*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#investasi hijau #Climate Week New York City #nyc #iklim #hashim djojohadikusomo #Utusan Khusus Presiden