Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Tol Tuban-Gresik Masuk Daftar Mega Proyek Rp 408 T, Bakal Ubah Peta Ekonomi Pantura?

Tulus Widodo • Kamis, 25 September 2025 | 01:41 WIB
Ilustrasi Jalan Tol di Indonesia yang memiliki pemandangan indah.
Ilustrasi Jalan Tol di Indonesia yang memiliki pemandangan indah.

RADARTUBAN – Kabar hangat datang dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Sebanyak 19 proyek jalan tol baru senilai jumbo Rp 408,68 triliun resmi disiapkan untuk dilelang pada 2026 mendatang lewat skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Yang bikin warga Jatim senyum lebar: Tol Tuban–Babat–Lamongan–Gresik termasuk salah satu mega proyek yang masuk daftar.

Tol anyar ini diproyeksikan bakal mengubah wajah ekonomi kawasan Pantura Jatim.

Bagaimana tidak? Jalur strategis yang selama ini dikenal padat kendaraan logistik bakal punya jalur tol modern yang menghubungkan kawasan industri Tuban, pelabuhan Gresik, hingga pusat ekonomi Lamongan dan Babat.

“Untuk kegiatan tahap penyiapan 19 proyek tol KPBU dialokasikan Rp 23,33 miliar, dengan estimasi biaya investasi Rp 408,68 triliun,” tegas Dirjen Pembiayaan Infrastruktur (DJPI) Kementerian PU, Rachman Arief, saat RDP dengan Komisi V DPR RI, Kamis (11/9) lalu, dikutip dari cnbcindonesia.com.

Jalur Emas Pantura: Tuban–Gresik Masuk Proyek Prioritas

Tol Tuban–Babat–Lamongan–Gresik masuk kategori proyek prakarsa pemerintah (solicited) bersama enam proyek lain seperti tol Pejagan–Cilacap, Bandung Intra Urban (BIUTR), Gedebage-Tasikmalaya (Geta) Malang–Kepanjen, Bandara Supadio-Pelabuhan Kijing, dan Gilimanuk–Mengwi.

Artinya, proyek ini bukan sekadar wacana, tapi sudah disiapkan pemerintah dan siap masuk lelang resmi 2026.

“Dengan tol ini, konektivitas industri di Tuban hingga Gresik bisa dipangkas signifikan. Biaya logistik otomatis akan turun dan daya saing daerah meningkat,” ujar seorang analis infrastruktur yang enggan disebutkan namanya.

Bagi warga Tuban, proyek ini jelas jadi angin segar. Saat ini jalur Tuban–Lamongan masih menjadi titik rawan macet, apalagi saat arus mudik dan saat puncak distribusi logistik semen, pupuk, dan hasil tambang Tuban.

Mega Investasi Rp 408 Triliun

Total nilai investasi 19 proyek tol yang akan dilelang mencapai Rp 408,68 triliun.

Dari anggaran penyiapan Rp 27,55 miliar, porsi terbesar atau Rp 23,33 miliar dialokasikan khusus untuk tahap persiapan proyek-proyek tol ini.

Rinciannya:

Selain itu, ada tiga proyek lain yang siap dilelang dengan nilai investasi tambahan Rp 49,89 triliun.

Termasuk Tol Sentul Selatan-Karawang Barat, Tol Bogor–Serpong via Parung, dan Flyover Sitinjau Lauik di Sumbar yang terkenal ekstrem.

Baca Juga: Bukan Jalan Tol Demak-Tuban, Bupati Tuban Mas Lindra Ungkap Jalur Gresik-Tuban yang Berpotensi Lanjut, Ini Alasannya

Skema KPBU Tanpa Suntikan Konstruksi

Menariknya, Kementerian PU mengumumkan tahun depan proyek tol KPBU tidak lagi mendapat dukungan konstruksi dari APBN.

Artinya, investor yang menang lelang wajib membiayai pembangunan sepenuhnya, meski pemerintah tetap akan memberikan dukungan non-finansial seperti jaminan risiko politik.

“Ini tantangan baru bagi badan usaha. Kita ingin investasi lebih sehat dan tidak terlalu membebani APBN,” tegas Rachman.

Efek Ganda untuk Ekonomi Tuban

Jika terealisasi, tol ini akan memangkas waktu tempuh dari Tuban ke Gresik hingga separuhnya.

Proyek ini juga diprediksi akan memicu geliat kawasan industri Tuban, termasuk pabrik semen, pelabuhan internasional, hingga proyek kilang minyak.

Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky sebelumnya pernah menegaskan pentingnya proyek tol ini.

“Tuban butuh konektivitas cepat agar daya saing ekonomi meningkat. Tol Tuban–Gresik adalah salah satu kunci membuka akses investasi baru,” tegas bupati muda yang akrab disapa Mas Lindra itu dalam beberapa kesempatan. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#jalan tol #Bupati Tuban #Mas Lindra #tol Tuban-Gresik #Aditya Halindra Faridzky #kementerian pekerjaan umum #Tol Tuban Babat Lamongan Gresik