RADARTUBAN - Siapa, apa, kapan, di mana, dan mengapa akan menjadi fokus utama dalam memahami perjalanan karier seseorang di usia 20-an.
Sebuah podcast Spotlight di kanal YouTube Maudy Ayunda bersama Iman Usman membahas tentang karier dan realita pada Jumat (1/8).
Di usia saat ini, banyak orang telah memulai merencanakan langkah karier pertamanya, menghadapi tekanan dalam menentukan pekerjaan, serta mencari makna dari passion dan tujuan hidup yang ingin dicapai.
Iman Usman, merupakan CO Founder & COO Ruang Guru, menjelaskan pentingnya untuk mengingat bahwa fase di usia 20-an merupakan masa eksplorasi krusial yang mana seseorang akan mencoba berbagai hal untuk menemukan jalannya masing-masing.
Keberanian dalam mengambil risiko di usia ini dianggap wajar dan bahkan diminati.
Risiko dalam memulai sesuatu, misalnya membuka usaha atau memilih karier yang tidak linear, dilihat dari sisi kalkulatif dan kemampuan untuk bertahan menghadapi ketidakpastian.
“Risiko dianggap lebih rendah karena tanggungan hidup yang masih sedikit saat di usia muda, sehingga kesempatan untuk gagal masih dapat ditoleransi dan dijadikan pengalaman untuk belajar,” ujar Iman Usman.
Passion tidak terjadi dengan instan, passion akan terbentuk dari proses mencoba dan mengalami sesuatu yang terjadi terus-menerus.
Dalam mencari passion, aspek "siapa yang diajak bekerja sama" terkadang lebih penting daripada "apa" yang dikerjakan, karena lingkungan dan mentor dapat menjadi akselerator pembelajaran dan pengembangan diri.
Fleksibilitas dan kemampuan untuk beradaptasi menjadi kunci utama di dunia kerja yang dinamis.
Generalis yang mampu memegang berbagai disiplin ilmu dan keterampilan multidisipliner dianggap lebih siap menghadapi perubahan daripada spesialis yang fokus pada satu bidang semata.
“Aspek paling fundamental dalam membangun karier adalah personality atau kepribadian yang mencakup ketahanan menghadapi kesulitan (resilience), pengalaman mengatasi tantangan (adversity), dan keteguhan dalam terus berusaha meski menghadapi kegagalan (grit),” jelas Iman Usman.
Sifat-sifat tersebut menentukan seberapa jauh seseorang dapat berkembang dibandingkan dengan sekadar keterampilan teknis.
Keaslian seseorang ditentukan oleh konsistensi nilai dan kemampuan membuka diri dengan nyaman di berbagai lingkungan yang sangat bergantung pada kepercayaan terhadap orang-orang di sekitarnya.
Metode manajemen waktu dan penentuan prioritas menjadi yang efektif dalam menjaga fokus dan stamina mental di banyaknya peran dan tanggung jawab.
Proses membangun fondasi yang kuat melalui eksplorasi, pembelajaran, dan keberanian mengambil risiko yang diperhitungkan merupakan awal perjalanan karier di usia 20-an.
Keberhasilan tidak ditentukan oleh karier linear atau pekerjaan aman, melainkan oleh kemampuan belajar yang terus di asah, membangun jaringan yang mendukung, dan menjaga integritas secara konsisten.
Usia 20-an adalah waktu yang tepat untuk mencoba, gagal, bangkit, dan mengenal diri sendiri lebih dalam demi mencapai tujuan hidup yang bermakna. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama