RADARTUBAN – Nama Khoirul Adib (23) mungkin belum sepopuler tokoh politik atau kiai kondang.
Namun, santri asal Tuban yang kini menimba ilmu di Pondok Pesantren Darul Ilmi Meteseh, Semarang itu berhasil bikin kejutan besar.
Ia resmi masuk tiga besar kategori Santri Inspiratif Pesantren Award 2025 versi Kementerian Agama.
Prestasi Adib bukan main-main. Di antara puluhan kandidat dari seluruh Indonesia, dia berhasil mengamankan tempat di final bersama Qotrotun Nadia (Jambi) dan Tsuroyyah Hamidah (Lamongan).
Baca Juga: Finalis Pesantren Award 2025 Diumumkan! Hanya Dua Kepala Daerah Jatim Lolos, Siapa Saja?
Fakta ini sontak membuat publik Tuban menaruh harapan: jangan-jangan Bumi Wali sebentar lagi melahirkan santri idola nasional.
“Pesantren Award adalah bentuk penghargaan negara terhadap kontribusi pesantren dan santri. Setelah seleksi panjang, kini terpilih tiga besar kandidat di setiap kategori,” tegas Direktur Pesantren Kemenag, Basnang Said, dikutip dari laman resmi kemenag.go.id, Rabu (24/9).
Santri Tuban vs Santri Nusantara
Kategori Santri Inspiratif memang jadi salah satu yang paling menyedot perhatian.
Para nominatornya dipilih bukan hanya karena pintar ngaji atau berprestasi akademik, tapi juga punya rekam jejak sosial yang kuat.
“Pesantren kini tampil sebagai pusat pendidikan yang ramah anak, ramah lingkungan, sekaligus inovatif dalam pemberdayaan masyarakat,” ungkap Ketua Dewan Juri, Alissa Wahid.
Di satu sisi, publik tentu penasaran: apakah santri Tuban ini mampu menjegal dua pesaingnya dari Jambi dan Lamongan yang juga punya cerita inspiratif?
Ajang Prestise, Bukan Seremoni Biasa
Pesantren Award sendiri digelar dalam empat kategori: Kepala Daerah, Pesantren Transformatif, Santri Inspiratif, dan Lifetime Achievement.
Nama-nama besar juga bersaing ketat, termasuk Khofifah Indar Parawansa (Gubernur Jawa Timur) dan Muzakir Manaf (Gubernur Aceh, eks-pentolan GAM) yang sama-sama masuk 3 besar kategori Kepala Daerah.
Tapi bagi publik Tuban, sorotannya jelas: Khoirul Adib adalah taruhannya. Jika menang, ini bukan sekadar prestasi personal, tapi juga pengakuan bahwa santri asal daerah bisa bersaing di panggung nasional.
Puncak Penentuan 22 Oktober
Pengumuman pemenang akan digelar dalam Malam Anugerah Hari Santri Nasional 22 Oktober 2025.
Acara ini bukan cuma seremoni, tapi juga simbol bahwa pesantren kini diakui negara sebagai motor perubahan sosial, pendidikan, hingga ekonomi.
Apakah santri Tuban akan pulang dengan piala bergengsi dan membawa harum nama Bumi Wali? Publik masih harus menunggu.
Yang jelas, kemenangan Adib bisa jadi momentum baru bagi anak-anak muda pesantren untuk tidak minder bersaing di level nasional.
Berikut daftar finalis Pesantren Award 2025 yang resmi diumumkan Kemenag:
Kategori Kepala Daerah (Gubernur)
- Dr. (H.C) Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa – Gubernur Jawa Timur
- H. Herman Deru – Gubernur Sumatera Selatan
- Muzakir Manaf – Gubernur Aceh
Kategori Kepala Daerah (Bupati/Walikota)
- Dr. H. Dony Ahmad Munir, S.T., MM – Bupati Sumedang, Jawa Barat
- Dyah Kartika Permanasari, SE., MM – Bupati Kendal, Jawa Tengah
- M. Fathul Fauzy Nurdin, M.I.Kom – Bupati Bantaeng, Sulawesi Selatan
Kategori Pesantren Transformatif
- Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo – Situbondo, Jawa Timur
- Darul Arqam Muhammadiyah – Garut, Jawa Barat
- Sunan Pandanaran – Sleman, DI Yogyakarta
Kategori Santri Inspiratif
- Khoirul Adib (23) – Santri Darul Ilmi Meteseh, Semarang, asal Tuban
- Qotrotun Nadia (19) – Santri Fadlun Minalloh, Yogyakarta, asal Jambi
- Tsuroyyah Hamidah (28) – Santri Sunan Drajat, Lamongan