Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Dr. Grace Waworuntu Ungkap Peran Baru Dokter Kulit: Dari Atasi Jerawat, Flek, hingga Perawatan Estetika

Imanda Najwa Kirana Dewi • Jumat, 26 September 2025 | 17:30 WIB
Ilustrasi seorang dokter kulit tengah memeriksa kondisi kulit pasiennya
Ilustrasi seorang dokter kulit tengah memeriksa kondisi kulit pasiennya

RADARTUBAN- Dr.Grace Waworuntu, Mked(DV), Sp.D.V.E,FINSDV, Dokter kulit yang punya peran lebih luas.

Gelar Sp.DVE atau Spesialis Dermatologi Venerologi dan Estetika menjadi bukti bahwa dokter kulit tidak hanya mengobati penyakit kulit dan kelamin, tetapi juga menangani masalah kecantikan seperti jerawat, flek, dan penuaan dini.

Dr. Grace Waworuntu, di podcat komedian Raditya Dika pada tanggal 7 november 2024, menjelaskan detail tentang profesi ini. Fin.sDV, sebuah gelar kehormatan, diberikan kepada dokter yang telah mengabdi lebih dari lima tahun dan aktif dalam edukasi serta bakti sosial.

Dr. Grace Waworuntun sendiri paling sering menangani pasien alergi kulit, penyakit autominium, dan penyakit menular seksual.

Tapi, di praktik pribadinya pasien yang datang kebanyakan untuk masalah estetika.

Jerawat, problem klasik yang tak asing bagi para remaja dan mereka yang memasuki usia produktif.

Masyarakat kini mulai menyadari bahwa dokter spesialis kulit adalah pihak yang paling kompeten untuk menangani berbagai keluhan kulit, termasuk yang berhubungan dengan penampilan.

Salah satu hal yang paling menarik adalah soal kebiasaan sehari-hari Contohnya, terlalu sering mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer bisa merusak lapisan pelindung alami kulit, yang disebut natural moisturizing factor.

Ini bisa bikin kulit kering dan rentan peradangan. Makanya sangat penting untuk rajin pakai pelembap. selain itu , faktor genetik juga punya peran besar, terutama buat masalah jerawat.

Genetik disini buka berarti jerawat diwariskan langsung dari orang tua, tetapi lebih ke struktur gen yang unik di setiao individu.

Faktor genetik , ternyata genetik juga berperan besar dalam menentukan kondisi kulit seseorang.

Dr. Grace menjelaskan bahwa genetik tidak selalu berarti penyakit diturunkan dari orang tua, melainkan bahwa setiap orang memiliki tipe kulit yang unik.

Misalnya, seseorang dengan kulit berminyak dan pori-pori besar secara genetik lebih rentan berjerawat.

Hal ini berbeda dengan orang yang memiliki tipe kulit kering yang cenderung lebih mudah mengalami masalah flek akibat paparan matahari.

Mengenai perawatan canggih, Dr. Grace juga membahas Pico Laser, teknologi laser terkini yang efektif untuk menghilangkan flek atau tato.

Dengan kecepatannya yang tinggi, Pico Laser dapat menargetkan pigmen tanpa merusak jaringan kulit sehat di sekitarnya.

Meskipun harganya cukup mahal, prosedur ini sangat populer. Untuk kasus seperti bekas jerawat yang sudah menjadi bopeng, tindakan laser, microdermabrasion, atau suntikan stem cell bisa menjadi solusi.

Tingkat keberhasilan perawatan ini bisa mencapai 80%, tergantung kondisi kulit pasien.

Namun, tidak semua masalah kulit membutuhkan tindakan medis mahal. Dr. Grace menekankan pentingnya peran gaya hidup sehat dalam menjaga kesehatan kulit.

Tidur yang cukup dan teratur adalah kunci utama karena pada saat tidur, kulit beregenerasi secara optimal.

Selain itu, olahraga sangat disarankan. Olahraga meningkatkan metabolisme dan sirkulasi darah, yang berdampak positif pada kesehatan kulit secara keseluruhan.

Untuk pencegahan, pelembap dan sunscreen adalah dua produk wajib. Pelembap berfungsi menjaga kelembapan kulit dan memperkuat skin barrier, sementara sunscreen melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar UV yang dapat menyebabkan penuaan dini dan kanker kulit.

Fakta menariknya, Dr. Grace menyebut bahwa kasus kanker kulit lebih sering ditemukan pada orang-orang bule karena pigmen kulit mereka yang lebih sedikit, yang membuat mereka lebih rentan terhadap paparan UV.

Jadi Kesimpulan Pada dasarnya, setiap orang memiliki kondisi kulit yang berbeda, sehingga pendekatan perawatan harus disesuaikan.

Daripada langsung membeli produk skincare yang sedang viral, Dr. Grace menyarankan untuk konsultasi ke dokter kulit, terutama jika produk tersebut mengandung bahan aktif dengan konsentrasi tinggi seperti retinol.

Konsultasi dokter memastikan bahwa perawatan yang dipilih aman dan efektif, tanpa menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#estetika #Dr Grace Waworuntu #penuaan dini #flek #alergi kulit #dok #jerawat