Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Perang Lawan Perubahan Iklim, SIG Pelopori Fasilitas Pemusnah Bahan Perusak Ozon Pertama di Asia Tenggara!

Tulus Widodo • Jumat, 26 September 2025 | 14:55 WIB
SIG Operasikan Fasilitas Pemusnah Bahan Perusak Ozon Pertama di Asia Tenggara
SIG Operasikan Fasilitas Pemusnah Bahan Perusak Ozon Pertama di Asia Tenggara

RADARTUBAN – Perang melawan perubahan iklim kini tak lagi sekadar jargon di seminar. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) membuktikan diri dengan langkah konkret: mengoperasikan fasilitas pemusnah Bahan Perusak Ozon (BPO) pertama di Asia Tenggara.

Berlokasi di Pabrik Narogong, Bogor, fasilitas ini jadi senjata nyata melawan radiasi ultraviolet yang bisa bikin bumi makin panas dan rapuh.

Momentum ini pas. Hari Ozon Sedunia yang jatuh 16 September lalu jadi panggung SIG untuk menegaskan: industri semen pun bisa jadi garda depan penyelamat iklim.

Lewat unit bisnis Nathabumi yang dikelola PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, SIG sudah memusnahkan 103,86 ton BPO hingga Agustus 2025.

Jumlah itu setara mencegah 221.666 ton emisi CO2 melayang ke atmosfer.

“Ini bukan sekadar CSR. Ini strategi serius SIG untuk menjaga lapisan ozon, memitigasi perubahan iklim, sekaligus membuktikan industri semen tidak selalu identik dengan polusi,” tegas Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni dikutip dari laman resmi SIG.

Cara Kerjanya: Limbah Dibakar di 1.500 Derajat Celsius

Fasilitas pemusnah BPO SIG beroperasi dengan teknologi high-temperature kiln.

Cairan maupun gas berbahaya—mulai dari halon, refrigerant CFC/HCFC/HFC, hingga SF6—dihabisi di suhu 1.500 derajad celcius secara stabil.

Aman, ramah lingkungan, plus sudah berizin resmi dari Kementerian Lingkungan Hidup RI. 

Tak main-main, Nathabumi sudah jadi mitra 29 institusi dan perusahaan besar dari berbagai sektor: makanan-minuman, farmasi, petrokimia, manufaktur, hingga energi dan migas.

Industri yang dulu bingung membuang limbah BPO kini punya solusi legal sekaligus ramah bumi. 

Lebih dari Sekadar Pemusnahan

SIG juga gencar mengadopsi inovasi Refrigerant non-CFC & APAR non-Halon di seluruh lini operasi.

Juga, hydrogen injection untuk pembakaran kiln semen yang lebih sempurna, efisien, dan rendah emisi. 

Strategi ini bukan hanya bikin ozon aman, tapi juga menekan senyawa N₂O—gas rumah kaca yang dampaknya lebih ganas dari CO₂.

“Menjaga kelestarian ozon adalah tanggung jawab kolektif. Kami memilih bertindak, bukan sekadar bicara,” tambah Vita.

Baca Juga: SIG Tetap Cuan Meski Pasar Lesu. Ekspor Melejit 24,9%, Jurus Efisiensi Jadi Senjata

Revolusioner Tapi Tantangan Masih Besar

Langkah SIG memang revolusioner, tapi tantangan masih besar. Industri semen global tetap dituding penyumbang emisi karbon signifikan.

Artinya, inisiatif pemusnah BPO ini belum cukup. Butuh konsistensi, transparansi, dan integrasi dengan kebijakan energi bersih nasional. Tanpa itu, klaim hijau bisa jadi sekadar greenwashing.

Namun untuk kali ini, SIG berhasil menyalip banyak pemain industri regional. Jadi pionir Asia Tenggara tentu bukan pencapaian receh—apalagi jika konsistensi terjaga.

SIG resmi menancapkan bendera hijau di industri semen: bukan hanya memproduksi, tapi juga melindungi bumi dari perusak ozon.

Pertanyaannya, apakah langkah ini cukup untuk mengubah citra “industri paling kotor” menjadi “industri masa depan”? Waktu dan konsistensi yang akan menjawabnya. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#limbah bpo #Perubahan Iklim #CO2 #SIG #ozon #bpo