RADARTUBAN - Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban terkait kondisi siswanya yang diduga keracunan menu MBG, Kepala SMKN Palang Imam Subeki mengaku sedih dengan kejadian yang menimpa anak didiknya tersebut.
Kejadian ini tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Menu yang katanya bergizi malah meracuni siswa-siswinya.
Imam menceritakan, SMKN Palang baru mendapatkan jatah MBG sejak Senin (15/9) lalu, atau sekitar delapan hari berjalan.
Selama sepekan lebih itu, semua berjalan normal.
Di lima hari pertama, jatah nasi diberikan pukul 11.00, tapi baru dibagikan ke siswa pukul 11.50 atau saat istirahat siang sebelum salat berjamaah.
Kemudian, tiga hari terakhir ini jadwal pengiriman berubah lebih awal. Dari semula pukul 11.00 menjadi pukul 10.00, tapi untuk distribusinya tetap sama.
‘’Dua hari terakhir (setelah perubahan jadwal pengiriman, Red) tidak ada masalah, tetapi hari ketiga atau tepat hari ini (kemarin, Red), beberapa siswa merasa mual, pening, dan sesak nafas setelah mengonsumsi MBG,’’ bebernya,
Awalnya, yang mengeluhkan kondisi mual hanya tiga siswa, kemudian bertambah dua siswa lagi, lalu hingga sore sekitar 16.00 bertambah satu lagi siswa mengalami keluhan sama.
‘’Satu siswa yang terakhir ini keluhannya terasa ketika sudah di rumah,’’ ungkapnya.
Lebih lanjut, pendidik asal Bojonegoro itu menyebut, kejadian ini membuat siswanya trauma. Untuk itu, pihaknya akan mengevaluasi pengiriman MBG di sekolahnya.
‘’Untuk sementra, selama seminggu ke depan kami meminta tidak dikirimi MBG. Kami minta SPPG melakukan evaluasi dulu. Setelah itu, kalau mereka bisa meyakinkan kami—bahwa makanan yang dikirim aman, baru kami menerima lagi,’’ bebernya.
Terpisah, salah satu staf SPPG Palang yang enggan disebutkan namanya mengatakan, dirinya mengaku bingung mengapa bisa ada keracunan dari makanan yang diproduksi SPPG.
Dari menu nasi goreng, dengan lauk telur kukus, tahu goreng, lalapan, serta buah anggur hijau dengan total 2.618 porsi untuk siswa jenjang TK, SD, SMP, dan SMK/SMA dan pesantren, sebagian besar tidak ada masalah.
Hanya enam siswa di SMKN Palang yang mengalami keracunan.
‘’Bahkan kami yang di SPPG ini juga makan menu yang sama, seperti yang dikirim ke siswa, dan tidak ada masalah,’’ bebernya.
Untuk itu, dirinya akan menunggu hasil observasi kesehatan dan penyelidikan dari Polsek Palang setelah membawa sampel nasil dan enam food tray bekas digunakan siswa yang keracunan. (fud/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama