Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Setelah Viral Malaysia Turunkan Harga BBM, Pertamina Ungkap Alasan Harga di Indonesia Lebih Mahal

M Robit Bilhaq • Jumat, 26 September 2025 | 21:35 WIB
Harga BBM Indonesia lebih tinggi dari Malaysia. Pertamina beberkan alasannya
Harga BBM Indonesia lebih tinggi dari Malaysia. Pertamina beberkan alasannya

RADARTUBAN – Keputusan Malaysia menurunkan harga BBM RON 95 menjadi RM1,99 atau setara Rp 7.864 per liter mulai 30 September 2025 langsung jadi sorotan publik.

Sementara di Indonesia, harga BBM dengan kualitas serupa masih bertahan di kisaran Rp 13 ribu per liter.

Pertamina: Banyak Faktor Penentu Harga

Kepala Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menegaskan bahwa perbedaan harga tersebut tidak bisa dibandingkan secara langsung.

“Banyak faktor, karena harga impor bisa, harga jual kompetitif di dalam negeri bisa, biaya distribusi dalam negeri bisa,” ujarnya dikutip dari CNNIndonesia.com.

Selain Pertamina, SPBU swasta juga menjual BBM RON 95. Pertamax Green 95 dipatok Rp13 ribu/liter, Shell V-Power Rp13.140/liter, dan Vivo Revvo 95 juga Rp13.140/liter.

Malaysia Terapkan Skema Bertahap

Pengumuman penurunan harga BBM di Malaysia disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Anwar Ibrahim.

Ia menyebut kebijakan ini bentuk apresiasi bagi rakyat di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Skema penerapannya dilakukan bertahap:

Konteks Politik dan Ekonomi

Anwar menegaskan, keputusan ini tak lepas dari kondisi perekonomian global yang bergejolak.

Menurutnya, harga murah adalah hasil dari kekuatan rakyat Malaysia yang tidak pernah menyerah.

Sementara di Indonesia, harga BBM lebih dipengaruhi faktor biaya impor, distribusi, serta mekanisme pasar domestik.

Pertamina menekankan bahwa pihaknya tetap menjaga harga agar tetap kompetitif, meski angka jauh berbeda dengan Malaysia. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#bbm #SPBU #pertamina #Indonesia #harga bbm #Malaysia