Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Mengenal Modin: Penjaga Tradisi dan Tumpuan Masyarakat Pedesaan

M. Afiqul Adib • Jumat, 26 September 2025 | 19:35 WIB
Ilustrasi modin di desa.
Ilustrasi modin di desa.

RADARTUBAN - Di tengah hiruk-pikuk modernisasi dan digitalisasi, ada satu sosok yang tetap menjadi tumpuan masyarakat pedesaan, terutama di daerah pesisir selatan Jawa Timur.

Sosok ini bukan pejabat, bukan tokoh viral, tapi kehadirannya sangat dirasakan.

Sosok tersebut biasa dipanggil dengan sebutan “modin.”

Modin adalah semacam petugas agama, tapi perannya jauh lebih luas dari sekadar urusan ibadah.

Modin adalah penjaga tradisi, penghubung antarwarga, dan kadang juga jadi tempat bertanya soal kehidupan.

Di desa-desa, modin bukan hanya tokoh formal, tapi juga tokoh emosional.

Modin hadir di momen-momen penting, seperti kelahiran, kematian, pernikahan, bahkan saat warga bingung menentukan hari baik.

Modin: Lebih dari Sekadar Petugas

Secara teknis, modin bertugas membantu urusan keagamaan dan sosial.

Modin bisa memimpin doa, mengurus jenazah, mencatat pernikahan, dan mendampingi warga dalam berbagai ritual.

Tapi yang membuat modin istimewa bukan hanya tugasnya, melainkan kepercayaan yang melekat padanya.

Modin sering kali dianggap sebagai orang yang “tahu banyak.”

Modin tahu adat, tahu tata cara, tahu siapa menikah dengan siapa, bahkan tahu siapa yang sedang punya masalah rumah tangga.

Modin bukan tukang gosip, tapi penjaga keseimbangan sosial.

Kehadirannya membuat warga merasa aman, karena ada seseorang yang bisa diandalkan saat bingung menghadapi urusan hidup dan mati.

Modin dan Kehidupan Desa

Di desa, modin adalah wajah dari nilai-nilai lokal.

Modin tidak bekerja dengan jam kantor, tapi dengan panggilan hati.

Kalau ada warga meninggal tengah malam, modin yang pertama datang.

Kalau ada pasangan muda ingin menikah tapi bingung urusannya, modin yang membantu.

Bahkan saat ada konflik kecil antarwarga, modin bisa jadi penengah yang dihormati.

Modin juga sering jadi juru bicara adat, modin tahu kapan waktu yang baik untuk hajatan, tahu pantangan-pantangan lokal, dan tahu bagaimana menyampaikan nasihat tanpa membuat orang tersinggung.

Dalam banyak kasus, modin lebih didengar daripada tokoh formal.

Karena modin bicara dengan bahasa warga, bukan bahasa kebijakan.

Modin, Sosok yang Tak Tergantikan

Di tengah perubahan zaman, peran modin mungkin tidak tercatat dalam struktur resmi. Tapi pengaruhnya nyata.

Modin adalah tumpuan masyarakat yang butuh kehangatan, kejelasan, dan ketenangan.

Modin adalah penjaga tradisi yang tetap relevan, meski dunia terus berubah.

Maka, mengenal modin bukan sekadar mengenal petugas agama.

Tapi mengenal cara masyarakat pedesaan menjaga harmoni, merawat nilai, dan membangun kehidupan bersama.

Karena di balik kesederhanaannya, modin menyimpan kekuatan sosial yang tak bisa digantikan oleh teknologi atau jabatan.

Dan mungkin, sebelum bicara soal digitalisasi desa, ada baiknya kita duduk sebentar bersama modin. Mendengar cerita, belajar adat, dan memahami bahwa kehidupan tidak selalu soal data, kadang cukup soal rasa. (*/tia)

Editor : radar tuban digital
#sosial #modin #warga #pejabat #Tokoh #desa #pernikahan