Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Belum Sehari Pulang, Siswa SMKN Palang Korban Keracunan MBG di Tuban Kambuh Lagi

Andreyan (An) • Sabtu, 27 September 2025 | 00:59 WIB

 

 

Siswa SMKN Palang dirujuk ke RSUD dr. R Koesma Tuban diduga akibat keracunan menu MBG.
Siswa SMKN Palang dirujuk ke RSUD dr. R Koesma Tuban diduga akibat keracunan menu MBG.

RADARTUBAN – Belum ada sehari setelah diperbolehkan pulang. Kemarin (25/9), dua dari enam siswa SMKN Palang yang diduga keracunan setelah menyantap menu makan bergizi gratis (MBG) kembali dilarikan ke RSUD dr. R. Koesma Tuban.

Dua siswa itu, yakni Siti Khairun Nissa dan Hijratul Nasyi’in. Keduanya memiliki keluhan yang hampir serupa: mual-mual dan sakit perut.

Juharti, orang tua dari Siti Khairun Nissa mengungkapkan, setelah mendapatkan penanganan dari tim medis rumah sakit yang beralamat di Jalan Wahidin Sudiro Husodo itu, kondisi anaknnya dinyatakan stabil dan diizinkan pulang.

Selanjutnya, wanita asal Desa Wangun, Kecamatan Palang itu membawa anaknya pulang sekitar pukul 22.00 pada Rabu (24/9).

Namun, keanehan muncul kemarin pagi, sang buah hati kembali mengeluh sesak napas dan mual-mual.

‘’Setelah pulang ke rumah, kondisinya justru semakin lemas dan pucat. Saya semakin khawatir akhirnya kembali saya bawa ke rumah sakit,’’ ujar wanita paro baya itu.

Dituturkan Juharti, dirinya masih penasaran dengan penyebab keracunan anaknya karena faktor apa, lantaran selama menunggui sang buah hati hanya diinformasikan jika keracunan makanan.

Bahkan, anaknya tidak memiliki riwayat sakit pada pernapasan.

‘’Saya berharapnya dijelaskan secara rinci, serta obat-obatan apa yang diberikan pada anak saya apakah sudah tepat. Sebab, setelah pulang dari rumah sakit bukannya anak saya membaik justru malah kambuh lagi,’’ jelas dia.

Disinggung mengenai itikad dari SPPG setempat, apakah bertanggung jawab membiayai perawatan siswa korban keracunan MBG.

Juharti mengatakan jika informasi dari pihak sekolah mengenai biaya akan ditanggung SPPG, namun kepastian ini hingga kemarin belum diungkapkan langsung oleh pihak SPPG.

‘’Kabar dari pihak sekolah mengenai biaya perawatan akan ditanggung SPPG, namun sampai sekarang pihak SPPG belum menyampaikan apapun ke saya. Bahkan meminta maaf atau semacamnya belum ada,’’ keluhnya.

Senada diungkapkan Kanipah, orang tua Hijratul Nasyi’in. Anaknya juga menderita keluhan serupa tepat setelah keluar dari UGD RSUD dr. R. Koesma Tuban.

‘’Saya kira setelah keluar rumah sakit anak saya sudah sembuh, tapi malah mengkhawatirkan,’’ ujar dia kepada awak media.

Wanita asal Desa Karangagung, Kecamatan Palang itu berharap peristiwa ini bisa diusut tuntas, bahkan SPPG setempat dievaluasi.

‘’Dari pada banyak korban lagi, sebaiknya program ini dihentikan atau digantikan program yang lebih bermanfaat,’’ tutur wanita paro baya itu.

Sementara itu, Plt Direktur RSUD dr. R. Koesma Tuban Heni Purnomo Wati mengatakan, kondisi keenam siswa yang sebelumnya sempat mendapatkan perawatan di UGD sudah membaik dan dinyatakan boleh pulang semua.

‘’Kemarin (Rabu, Red) tidak ada penanganan lanjutan karena sudah tidak ada gejala, namun kami sempat berpesan kepada orang tua jika mendapati tanda-tanda atau gejala serupa untuk secepatnya membawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan cepat,’’ tandasnya. (an/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #SMKN Palang #Makan Bergizi Gratis #Mbg #keracunan