RADARTUBAN - Tidak seperti biasanya—yang terbuka dengan media massa. Pasca munculnya kasus sejumlah siswa mengalami keracunan yang diduga dari menu makanan bergizi gratis (MBG), pihak SMKN Palang seakan mendapat tekanan dari pihak luar.
Suasana itu terasa ketika wartawan koran ini berusaha melakukan wawancara dengan para siswa, kemarin (25/9) atau sehari pasca kejadian dugaan keracunan MBG.
Hingga jam istirahat kedua atau sekitar 12.00, awak media tidak diberikan akses untuk melakukan wawancara langsung dengan para siswa.
Kedatangan wartawan koran ini ditemui oleh Waka Humas SMKN Palang Aris Wisnu Wardhana.
Dia menuturkan bahwa kasus ini telah ditangani oleh pihak kepolisian, sehingga pihaknya menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa memberikan keterangan lebih lanjut kepada awak media.
Selain pihak sekolah, dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gesikharjo, Kecamatan Palang yang menangani MBG di wilayah setempat, juga mendadak tertutup.
Padahal, sehari sebelumnya sangat terbuka dengan awak media.
Namun mulai kemarin, semua mendadak silent. Awak media tidak lagi diizinkan masuk.
Bahkan, ketika wartawan koran ini menunggu di halaman parkir, tiba-tiba datang salah satu petugas dan meminta wartawan koran ini meninggalkan tempat dengan alasan lahan parkirnya mau dipakai.
“Mbak, ditunggu di luar saja nggih… mobilnya (SPPG, Red) masuk,’’ kata petugas tersebut. Tapi setelah itu, pagar SPGG langsung ditutup. (saf/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama