RADARTUBAN – Penyebab keracunan enam siswa SMKN Palang usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG) pada Rabu (24/9) lalu, hingga kemarin (25/9) sore belum dapat dipastikan.
Pelaksana tugas (Plt) Direktur RSUD dr. R. Koesma Tuban, Heni Purnomo Wati mengatakan, faktor yang menyebabkan menu MBG diduga berancun tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Heni megungkapkan, proses observasi medis terhadap siswa yang diduga keracunan menu MBG sudah dilakukan secara menyeluruh.
Dari hasil pengamatan tim medis, terang dia, tidak ditemukan adanya gejala yang membahayakan terhadap enam siswa yang menjalani perawatan di RSUD.
‘’Jika memang ada gejala atau akibat yang berkelanjutan, tentu kami lakukan tindakan medis tambahan,” jelasnya, sehingga keenam siswa itu diperbolehkan untuk pulang.
Lebih lanjut dia mengatakan, penyebab keracunan pada siswa tidak hanya sebatas pada proses pengolahan makanan.
Tapi ada kemungkinan lain juga, seperti kandungan bahan tambahan atau zat tertentu yang terdapat dalam makanan tersebut.
‘’Misal, bisa saja dipicu oleh pewarna makanan atau zat lain yang menyebabkan muntah. Tapi kami belum bisa memastikan hal itu. Semua harus dibuktikan melalui hasil pemeriksaan laboratorium agar penyebab pastinya diketahui,” lanjutnya.
Pejabat berlatar belakang dokter gigi itu memaparkan, tidak ada siswa yang sampai muntah darah.
‘’Hanya mengalami muntah biasa. Itu pun muntahnya tidak banyak, dan segera kami beri obat anti muntah lalu observasi hingga malam. Alhamdulillah tidak terjadi apa-apa,” tandasnya.
Sebelumnya—dalam wawancara yang dilakukan koran ini, Juharti, salah satu orang tua siswa yang anaknya diduga keracunan akibat menu MBG mengungkapkan, sebelum dirujuk ke RSUD, anaknya sempat muntah disertai darah.
‘’Pastinya khawatir, anak saya mengeluh sesak napas. Sebelumnya juga sempat muntah bercampur darah,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban, Rabu (24/9) di halaman IGD RSUD Koesma. (saf/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama